Menghidupkan Hidup
Rabu, 25 November 2020
“Hal apa yang membuatmu paling hidup dari hidup?”
Di tengah bangun pagi - mandi - kerja mencari kesibukan - tidur, kadang terselip hari hari dimana rasanya begitu bergairah untuk melakukan hal hal jemu nan membosankan. Hal hal kejutan, yang mungkin sederhana, tapi membuat matamu berbinar dan mulutmu tak berhenti berceloteh. Membekas di hati, yang kau ingat sepanjang hari sebagai sesuatu yang ‘menerangkan’ hidup. Kadang kutemukan hal itu kala berinteraksi dengan orang lain, yang memiliki frekuensi yang sama. Kadang jadi mengira-ngira, apakah hal itu adalah harga yang harus dibayar untuk menemui dan menemukan sekian orang yang begitu menyebalkan? Hehe.
Beberapa kunci mungkin, adalah dimana kau menemukan dirimu sendiri, menemukan ‘suara’mu sendiri. Tapi hal itu hanya bisa kau temukan ketika kau ‘mengeluarkan’ suara tersebut kepada orang lain, karena kadang, jika suara tersebut ada dalam diri sendiri. Kita gak menyadari dan ‘aware’ dengan apa apa yang kita pikirkan.
Di suatu kala pernah menonton youtube yang isinya bilang kalau ‘nongkrong’ aka sosialisasi itu memang penting. Mendorong suatu ‘community’ untuk melakukan sesuatu juga menarik. Saling bertukar dan menantang ‘ide’ tentang diri sendiri, anggapan orang lain, hingga akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.
Percakapan selalu men’trigger’ku untuk terus belajar, mengeksplorasi apa apa yang aku tahu atau bahkan menimbulkan ide baru yang muncul dari hal hal yang sudah usang, untuk keluar dari kejemuan dan kebuntuan dalam berpikir.
Ide yang terus ditentang, dieksplorasi. Tak ada yang baru di bawah matahari, tapi dunia begitu luas, hal hal akan jadi repetisi dan bertransformasi jadi sesuatu yang ‘mencerahkan’, variasi ‘brightness’ di tiap sela sela ‘kedataran’. Hidup tak akan jadi terus ‘ hidup’ jika kita tidak tersandung pada penatnya kejemuan. Tidak akan ada yang mendorong kemajuan dan perubahan jika rasanya tak jadi tawar dan tak lagi menarik. Bahwasanya segala rasa memang sudah sepatutnya terkecap di lidah. Aneka penat jemu memang wajib terkecap untuk bersiap digempur rasa ‘hidup’ yang baru. Agar memang kontras berbeda, agar memang terguncang realita, bahwa kadang, hidup bisa jadi tak hanya itu itu saja.
...














