Aku mo cerita pengalaman pertama kali aku berkomunitas. Awalnya aku sendiri dari gereja ke gereja cari yang pas sama aku, ada 4 sampai 5 gereja yang aku cobain di Jakarta semuanya datang dan pergi. One day, kakak aku ngajakin ke JPCC dan aku suka, bulan Mei 2016 aku ke JPCC pertama kali. Dan untuk daftar komunitasnya aku tinggal buka aplikasi yang didownload dari Apps Store, gampang banget kan. Iseng-iseng waktu itu aku daftar ke Date Barito di Jakarta Selatan, November 2016 setelah beberapa bulan tertanam di JPCC. Kesan pertama, aku deg-degan banget bakal ketemu orang-orang asing, orang-orang baru yang gatau gimana modelnya. Takut sebenernya, kenapa? Karena aku belum pernah join tiba-tiba ke komunitas yang ga ada satu orangpun yang aku kenal, dan jleb pas nyampe di Date ini, ada orang yang dengan ramah bukain pintu "halo! Esther yah? ayo masuk masuk" aku masuk, gugup. Didalam udah ada Date Leadernya yang lagi main gitar waktu itu langsung memperkenalkan diri dan langsung dikasih makan akunya. Nama yang bukain pintu Matthew, nama Date Leadernya kak Elkana. Dateng satu-satu date membernya, aku masih gugup dan senyum-senyum aja, kok aku ga ditanya-tanyain yah? Wkwkwk. Setelah semuanya dateng, kita mulai praise and worship. Aku bahkan masih inget banget lagu yang waktu itu dinyanyiin judulnya What A Beautiful Name - HIllsong. Terus dimulai dengan perkenalan, disini aku mulai ditanya-tanyain kerja dimana, punya pacar ato ngga, diminta sharing singkat tentang aktivitas aku sehari-hari dan kenapa mau ikut date. Intinya aku masih gugup banget tapi aku bisa ngerasain warm dan welcomenya mereka semua ke aku di hari pertama aku dateng. Kesan pertama yang paling menentukan biasanya, dan yang bikin orang mau dateng lagi. Thank God aku open juga orangnya, walaupun masih malu-malu kucing aku dateng lagi minggu depannya. So happy! Aku banyak banget dapat siraman rohani dan filling up my heart dari sharingnya orang lain, merasa ga sendiri dan dikuatkan dari apa yang aku sharing dan dari apa yang orang lain ceritakan. Dikomunitas ini aku belajar banyak tentang "acceptance" dari kelebihan dan kekuranganku atau orang lain, it was like my second home. Dari sharing mereka sejak pertama kali udah jadi budaya untuk open dan apa adanya, dimulai dari leadernya, its really help da inspire others to be open up juga walaupun ke orang baru. Inspiring. Hidup aku berubah disini, aku jadi lebih terbuka dan ga takut ngomong. Sebelumnya aku mo ngomong 1 kalimat aja gemetar, takut salah dan lebih memilih diem daripada salah ngomong, terus aku belajar kalau apapun cerita kita, it will gonna be hard and different, but its okay untuk terbuka dan cerita. Itu bisa membantu banyak bikin beban kita terangkat, bahkan sadar ga sadar itu bisa inspire orang lain, bisa lebih kenal kita, gimana cara treat kita, dan bisa saling bantu untuk bertumbuh jadi lebih baik. Aku pindah ke Date Gading Serpong 8 bulan Juli 2018 karena pindah tempat tinggal dan sekarang Date GS 8 multiplikasi ke Date Gading Serpong 15, Barito selalu dimemori aku dan aku seneng juga karena ternyata yang apa yang aku dapat dari Barito udah jadi bagian dari diri aku sampe sekarang, bisa bantu orang lain, menerima orang lain, menjadi berkat untuk orang lain dimanapun aku berada. Dan dimanapun kita berada, kita akan terus belajar tentang diri kita dan orang lain, memperlengkapi diri kita sendiri to be Christ-like. Setiap kita akan bertemu dengan orang-orang yang terinspirasi dari apa yang kita bagi dan lakukan, ada juga yang menginspirasi kita untuk melakukan lebih, yang pasti kita ga akan pernah tahu siapa yang hidupnya akan kita sentuh dan berubah, kita ga akan pernah tahu siapa yang akan menyentuh hidup kita dan berubah. Ada saatnya dimana kita juga akan berada diposisi dimana kita akan menabur dan memberi keorang lain, sehingga orang lain bisa terinspirasi dan terbantu dari cerita kita, dari cara kita menerima dan memperlakukan mereka, the way we represent God bisa memberkati orang yang ada disekitar kita. Aku diberkati dengan banyak hal dengan komunitas yang tepat, komunitas yang fix our eyes to God, we worship and loving God together and personally-- the way we love God, its amazed me. Everyday. Karena aku bisa ngerasain dampaknya setiap hari yang merembet sampai kehidupan pribadi dan pekerjaan aku, in a good ways. One thing yang aku belajar, that we need to respect our leaders and value what others shared to us, karena ketika kita menghargai kita otomatis akan membuka diri kita untuk diberi dan kita jadi lebih bisa menerima dengan baik apa yang akan diberi dari Tuhan lewat orang lain :) I really value my leaders yang udah selalu ada, membantu, menginspirasi aku dan mendampingi pertumbuhan aku sampai aku siap menabur. Kak Elkana, Bang Josh, Ci Siska, Ci Juna dan Ko Yohan. They're my leaders that I will always look up to. Dan punya temen-temen yang jadi my second family, the right persons where I run to, dari Barito, GS8 ke GS15 ga pernah bias tiap kali ngasih advice. Memberi dan menerima dengan kasihnya Tuhan sampe aku bener-bener merasa diterima dan merasakan kasih Tuhan lewat orang-orang ini, yang obviously pertama kali ketemu ada aja yang awkward. Wkwkwk. Aku bener-bener pengen sebut satu-satu sih: (Baritos: Kak Olin, Endah, Matthew, Elisa, Samuel, Suzanne, Wilton, Vily, Tamara, Farven, Bang Olan, Qitto, Suryo, Himavanta, Enjel, Fenna, Olop, Danny, Ribka, Febby, Stanley, Moren) (Gs8: Kevin, Ci Febby, Gebby, Vina, Rindang, Chun Gyi, ko Daniel, Ronny, Will, Sherly, Rini, ka Liza, ko Jon, ko Michael, Ci Patricia) (Gs15: Anthony < myboyfriend, David, Benita, Jeannette, Erwin, Tommy, Vania, Retha, Ci Novita, Ci Lia, Yoseph, Livia, Kelarins, Jeremy) maap banget kalo ada yang missed. Thank God for every each ones of them, masing-masing dari mereka punya cerita dan kesan untuk aku, bersyukur banget juga karena Tuhan udah kasi kesempatan aku untuk berada ditengah-tengah komunitas sehat dan aman ini ^^ Jangan pernah berhenti belajar, and be so full that even if we give and give and give we can still be overflowing and giving. Because the purpose that God has given to us is not only about us, but about others. As He said, love Him and love others, that's the greatest commandments. Cheers, Esther!