Beberapa hari ini, rasanya aku seperti diperlihatkan oleh Allah banyaakkk sekali orang-orang yang bermanfaat di lingkungan sekitarnya. Mereka berdaya, berani berkata benar, jago public speaking, bisa berargumen, daaaan punya kelebihan-kelebihan lainnya. Namun yang terpenting adalah, mereka semua berperan sesuai dengan bidangnya. Mereka berkontribusi sesuai dengan ilmu yang dimiliki.
"Maklumlah meell, mereka itu influencer, lah kita?"
Mmmmm enggak juga kok :")
Jujurly, aku sendiri lebih banyak menemukan orang yang biasa-biasa saja yang juga banyak berperan dan berkontribusi dilingkungan sekitarnya. Dan bagikuuu, orang yang seperti mereka itulah yang lebih menenangkan.
Kenapa ya bisa begitu?
Kata Imam al-Ghazali,
"Semua manusia itu merugi, kecuali mereka yang berilmu, dan semua orang yang berilmu merugi kecuali mereka yang beramal, dan semua orang yang beramal itu merugi, kecuali mereka yang ikhlas”.
Ternyata, kuncinya itu adalah ikhlas.
Jadi, mau dia seorang yang terkenal kah, mau dia yang biasa-biasa saja kah, semua kembali lagi ke niatnya. Biarkan semua yang kita lakukan itu tercukupkan untuk dua kata yaitu, "Karena ALLAH".
Ada satu kalimat yang aku ingat selalu dan akan aku bawa kemana pun aku pergi, yang pernah disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid, beliau pernah bilang : "Barangsiapa yang menjadikan Allah sebagai keterpesonaannya, maka ia akan mempesona bagi semua mata. Dan barang siapa Allah yang dia tuju, maka dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk".
Mungkin ini juga alasan mengapa aku memandang orang yang biasa-biasa saja tapi rela berperan untuk orang banyak itu lebih menenangkan. Karena yang jadi tujuan mereka adalah Allah, maka pantas saja mereka mempesona dimataku. Hehe
Jadi ingat kata bapak,
Sebenarnya dalam bermasyarakat, orang itu gak peduli seberapa pintarnya kita, gak peduli seberapa kayanya kita, gak peduli seberapa tinggi jabatan kita, yang mereka pedulikan adalah apakah kehadiran kita membawa manfaat buat mereka atau tidak.
Maka dari itu, yuk sama sama belajar mengenal diri sendiri. Kira-kira apa peran dan kontribusi yang bisa kita berikan. Memang betul, kita mungkin tidak bisa memborong semuanya tapi semoga dari satu yang paling istiqamah itulah yang menjadi sesuatu buat kita agar bisa jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.







