Keluarga
Redi Wouwi Dogomo
Mengucapkan
Selamat Memperingati
JUMAT AGUNG
Wafatnya Yesus Kristus
Jumat, 3 April 2026
"Kiranya perenungan Jumat Agung menuntun kita untuk hidup lebih Setia, Rendah Hati, dan Penuh Kasih seperti Kristus."

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Russia

seen from South Korea

seen from Türkiye
seen from China

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Türkiye
seen from China

seen from Türkiye

seen from Russia

seen from Germany

seen from Australia
seen from Denmark

seen from Argentina
seen from India
Keluarga
Redi Wouwi Dogomo
Mengucapkan
Selamat Memperingati
JUMAT AGUNG
Wafatnya Yesus Kristus
Jumat, 3 April 2026
"Kiranya perenungan Jumat Agung menuntun kita untuk hidup lebih Setia, Rendah Hati, dan Penuh Kasih seperti Kristus."
Di Balik Masker
Sepanjang pengalaman saya mengajar, saya diberkati dengan banyak kesempatan mengajar murid-murid kembar di kelas. Semirip apapun murid-murid kembar saya, tidak ada yang semirip kedua anak lelaki yang saya ajar beberapa tahun yang lalu. Tinggi badan mereka hampir sama, bentuk tubuh mereka hampir sama, potongan rambut mereka hampir sama, kami memakai seragam di sekolah dan mereka sendiri sering pakai baju-celana-sepatu-tas yang sama, dan yang paling parah, mereka adalah murid-murid yang saya ajar ketika COVID baru saja usai sehingga bulan-bulan pertama sekolah dilalui dengan semua murid-murid menggunakan masker di sekolah.
Setiap kali ingin memanggil mereka, saya harus membuka masker mereka atau mencari tahi lalat yang ada di kepala salah satu dari mereka, baru saya bisa mengenali mereka dengan benar.
Tetapi setelah bertemu setiap hari dan memperhatikan mereka, bahkan dari jauhpun saya sudah bisa mengenali mereka berdua—dengan atau tanpa masker. Menarik bukan?
Tetapi hal yang sama juga berlaku untuk saya. Di awal masa saya mengajar, murid-murid tidak bisa mengenali saya. Jika saya ingin tidak dikenali, saya hanya tinggal menggunakan masker dan satu orangpun tidak akan tahu. Tetapi setelah mengajar murid-murid beberapa lama, mereka bahkan bisa mengenali saya di hari-hari di mana saya menggunakan gaya berpakaian yang berbeda, gaya rambut yang berbeda, dan masker untuk melengkapi penampilan saya. Orang-orang lain masih ada yang tidak mengenali saya, namun murid-murid saya bisa menemukan saya bahkan di antara keramaian orang-orang sepulang gereja.
Menarik bukan?
Ini yang terjadi ketika kita betul-betul “mengenal” seseorang.
Ketika kita memperhatikan atau betul-betul mengenal seseorang, kita bisa menemukan mereka di tengah-tengah keramaian. Suara mereka tidak asing bagi kita—bahkan suara nafas mereka! Kita bisa tahu atau merasa ketika mereka sedang merasa tidak enak, atau ketika mereka sedang kuatir. Ketika kita benar-benar mengenal seseorang, kita bisa menyadari perubahan sikap, nada bicara, gerak tubuh, dan apa pesan yang disampaikan oleh tanda-tanda tersebut.
Tetapi jika kita tidak mengenal—atau tidak peduli, maka seberapa besarpun perubahan yang tampak tidak akan dapat kita kenali atau identifikasi.
Bagaimana dengan hubungan kita dengan Tuhan? Tuhan tentu mengenal kita dengan sangat baik. Dia yang membentuk dan menenun kita dari kandungan ibu kita (Mamur 139:13-14), dan punya Dialah kita. Dia tahu saat kita duduk atau berdiri, Dia tahu apa yang kita rasakan dan kita alami. Dia Tuhan kita—juga Bapa kita. He knows us best.
Tapi apakah kita mengenalnya? Apakah kita cukup peka mendengar suaraNya yang berbisik di telinga kita melalui FirmanNya atau interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita? Apakah kita cukup peka melihat bagaimana Tuhan menghibur, memelihara, memberi jawaban atas doa-doa kita? Apakah kita cukup peka dalam relasi kita denganNya, untuk mengetahui bagaimana Tuhan melihat dan mengevaluasi hidup kita sehari-hari?
Jangan-jangan, terkadang kita merasa Tuhan jauh, Tuhan tidak ada, atau Tuhan peduli, justru karena kita tidak cukup mengenalNya dalam relasi kita denganNya..
Tetapi bagaimana kita berelasi dengan Tuhan yang tidak terlihat?
Well, bagaimana kita biasa berelasi dengan orang lain? Apa yang menyebab kita bisa berelasi dengan erat dan mengenali dengan baik orang-orang di sekitar kita? Biasanya, relasi terbentuk karena ada intensitas dalam komunikasi, komunikasi yang teratur, komunikasi yang berkualitas, dan adanya kesempatan untuk bergumul bersama dalam suka dan duka.
Mari kita mulai dari situ.
1. Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri. Dalam Yesus, Tuhan membukakan jalan untuk kita berelasi denganNya melalui doa. Tetap dan teruslah berdoa.
2. Tuhan juga sudah memberikan FirmanNya melalui Alkitab, dan dari membaca dan merenungkan FirmanNya, kita bisa lebih mengenal Tuhan. Baca Firman Tuhan. Dengarlah kata-kataNya. Setiap hari.
3. Tuhan sudah membuat satu komunitas untuk kita bersama-sama menjalani hidup di hadapanNya—komunitas orang percaya, komunitas gereja. Masuklah ke dalam komunitas itu, sama-sama belajar Firman, dan bergumullah bersama dalam pimpinan Tuhan di tengah-tengah suka dunia kehidupan dunia.
4. Bergantung dan berharaplah pada Tuhan. Sadarilah bahwa Tuhan ada dalam setiap aspek dan langkah hidup kita. Ketika kita melihat dunia ini dan hidup kita dengan lensa yang benar yaitu bahwa semua yang terjadi dalam hidup berada di dalam kedaulatan dan kuasa Tuhan, kita sadar bahwa Tuhan terlibat dalam hidup kita dan adalah sebuah anugerah untuk bisa menjadi bagian dalam cerita Tuhan dalam dunia ini.
5. Tuhan menyatakan diriNya melalui alam, relasi, dan segala hal di dunia ini. Buka mata, buka telinga, dan mintalah hati yang peka akan suara Tuhan.
Manusia bisa memakai masker untuk menyembunyikan diriNya. Tapi Tuhan selalu bisa menemukan kita. Tuhan tidak pernah menyembunyikan diriNya. Dosa menjadi seperti sebuah masker yang menghalangi kita untuk mengenaliNya dan berelasi dengan benar dengan Tuhan. Kematian dan kebangkitan Yesus yang kita peringati dalam Jumat Agung dan Paskah mengubah itu semua. Bagi kita yang percaya pada karya Yesus, masker itu tidak lagi ada dan kita bisa kembali berelasi dengan Tuhan. Puji Tuhan untuk anugerahNya!
dan kita kembali menjadi milikNya, dan Ia menjadi milik kita.
I am His, and He is mine.
Good Friday reminds us that love is the strongest force in the world. May you find courage, strength, and blessings in the journey of faith this Good Friday.
Visit Here:-
JB Rebar Couplers in India are a Mechanical splicing system for the connection of TMT Bars from 8 mm to 50mm Dia in Himachal Pradesh.
May the sacrifice of Jesus Christ inspire you to lead a life of humility and kindness.
Visit Here:-
Dakshita Packers and Movers – Trusted relocation services for home, office & vehicle shifting in Chandigarh. Safe, fast & affordable moving
May the sacrifice of Jesus Christ inspire you to lead a life of humility and kindness.
Visit Here:-
Packers and movers Chandigarh with trusted by lots of relocation and movers and packers customer in Chandigarh, Panchkula and Mohali due to
Wishing you a Good Friday filled with reflection, devotion, and spiritual growth.
Visit Here:-
Care Home Packers and Movers is an enhanced removals service that has been providing removal solutions for people in the India.
KOMUNITAS LITERASI DOGIYAI MAJU
Mengucapkan
"SELAMAT MERAYAKAN
TRI HARI SUCI"
_Kamis Putih→ Jumat Agung → Sabtu Suci_.
Bagi Umat Katolik...
Semoga Tuhan menerima segala
Doa Tobat, dan Permohonan kita serta Memberkati setiap langkah hidup kita kedepan.
Tuhan Beserta Kita Semua 😇🙏🏻
His sacrifice IS remembered. Happy Good Friday to all of our students WHO celebrate it. Credit: @vecteezy #goodfriday #jumatagung
Credit: @vecteezy_