Jika Takdir Kita Bukan di Dunia#1
"Bagaimana jika aku tidak berakhir dengan siapa-siapa?"
Pantulan kemuramanku di cermin hanya bergeming. Sama seperti aku yang kini hening. Pertanyaan itu selalu berhasil mengalihkan pikiranku dari harapan masa depan.
"Bagaimana?"
Sekali lagi aku menagih jawaban, entah dari siapa. Apakah itu tertuju pada Tuhan? Atau pada ketakutan yang sama sekali tak sepatutnya kurasakan?
Orang bilang, menikahlah. Sebab menua sendirian itu menyedihkan. Tapi, kusaksikan alm.kakekku hidup puluhan tahun sendirian, selepas nenekku pergi duluan. Dan ia baik-baik saja. Masih tertawa bersama anak cucunya. Ataukah kakek hanya pura-pura? Berusaha menutupi luka yang ia tahu sudah tak ada obatnya.
Orang bilang, menikahlah, jika tidak kau tak mengerjakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah. Sampai kusaksikan banyak yang dipanggil Tuhan sebelum sempat menunaikan ibadah pernikahan. Apakah ia telah keluar dari yang diajarkan? Ah, itu kan sudah takdir yang Tuhan tetapkan.
Lalu, bagaimana dengan yang masih sendirian bukan karena pilihan. Bukankah ini juga ketetapan? Saat telah berbagai usaha digerakkan dan berbaris-baris doa dipintakan. Namun, Tuhan masih menahan semua jawaban.
"Bagaimana?"
"Bagaimana jika memang akhirnya aku akan terus sendirian?"
"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik." (Qs.21:89)
08062024








