Uwak, hari ini, 10 Juni 2020, tepat 50 hari engkau meninggalkan kami. Banyak airmata di hari-hari sejak engkau pergi. Banyak kisah tentangmu diceritakan oleh tante dan omku setiap hari. Semakin yakin pulalah aku bahwa engkau orang baik hati.
Bukankah harusnya aku telah benar-benar berbesar hati? Bukankah aku harusnya sudah menenangkan hati? Engkau pastilah pergi dengan damai. Engkau berbahagia sebab telah dipanggil oleh Sang Pemilik Semesta ini. Sebab dari dulu dunia telah engkau lepas sepenuhnya dari jiwamu. Dari dulu engkau telah merindukan Tuhanmu yang tak pernah lupa engkau sembah lima kali sehari.
Uwak, saat kau pergi, tak pernah ada sepenggal cerita orang tentang keburukanmu. Semua memujimu. Seorang yang baik hati dan punya prinsip teguh.
Uwak, aku harap engkau baik-baik disana. Semoga Al Fatihah kami selalu dapat menjadi penerang kuburmu. Kami pastikan do'a dan AlFatihah kami akan selalu menemanimu.
Uwak, kutulis ini dengan airmata yang mengalir di pipi. Jangan khawatirkan kami. Airmata ini bukan karena kami tak merelakan kamu pergi. Sungguh, kami telah mengikhlaskan kamu kembali. Pada Sang Maha Kuasa yang begitu engkau cintai. Tapi, tak apa 'kan jika sampai hari ke-lima puluh ini, kami masih sering merasa sedih karena tak ada lagi engkau disini?
-------------------------------------------------