Jika dalam hidup kau tidak menginginkan seseorang bertanya kepadamu "Kau baik-baik saja kan?" Berulang kali, hingga pecah air matamu dan kemudian mengatakan "aku tak pernah baik-baik saja. Sekalipun aku berusaha tersenyum, tertawa setiap harinya, tidak ada yang baik-baik saja."
Tapi, kenyataan menghantammu. Manusia ketika melihat manusia lainnya tersenyum, tertawa bahagia, mereka akan berfikir tidak ada hal berat yang membuatmu membenci dunia.
Hebatnya, kau bisa menipu banyak orang. Berterima kasihlah pada dirimu sekarang, kau adalah aktris hebat yang bisa menipu orang-orang hingga mereka berpikir "you never feel depressing".
Sebelum saya melanjutkan tulisan malam ini, yuk mari pahami apa sih arti kata standar itu. Biar gak salah paham.
standar2/stan·dar/ 1 n ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan: petugas dari instansi itu menguraikan -- gedung sekolah yang baik; 2 n ukuran atau tingkat biaya hidup: -- hidup di kota Medan lebih tinggi daripada -- hidup di kota Bandung; 3 n Dag sesuatu yang dianggap tetap nilainya sehingga dapat dipakai sebagai ukuran nilai (harga): negara-negara tertentu memakai -- emas.
Nah, itulah arti dari kata standar menurur KBBI. Jadi kita gunakan kata standar di dalam tulisan ini sebagai patokan pada apapun yang tertuang dalam tulisan ini. Ide menulis ini seketika terbesit ketika menemani dua ponakan main game.
Bagaimana sih memenuhi standar seseorang?
Tentang memenuhi standar seseorang. Ada kala seseorang terlalu terlihat sempurna dimata kita. Terdengar sangat sempurna di telinga kita. Bahkan terbaca sangat sempurna di dalam tulisan mereka. Hingga kadang tingkat kesempurnaan itu membuat diri sendiri insecure. Padahal tak banyak yang tahu, bahwasannya dibalik kesempurnaan yang kita lihat, dengar, dan baca ada hal-hal yang dengan sangat rapi disembunyikan oleh Allah, yakni kekurangan.
Kita mungkin melihat seseorang sempurna dari segi penampilannya, nampak anggun, nampak alim, namun belum tentu seperti apa yang kita saksikan. Tahu kan, manusia kadang sangat pandai bersandiwara, bersembunyi dalam topeng kesempurnaan.
Kita bisa saja mendengar kesempurnaan seseorang dari mulut orang lain. Namun, coba dengar pendapat dari orang-orang yang membenci, maka segala hal-hal sempurna yang tadinya terdengar bisa terkubur dengar cepat. Percaya kan, manusia tak pernah mengatakan hal buruk pada seseorang yang begitu dekat dengannya.
Lalu perihal kesempurnaan yang terbaca dalam biografi seseorang. Tidak semua tulisan bisa dipercaya, tulisan hanya dibuat oleh manusia dan tidak mungkin dalam sebuah tulisan ditulis segala kekurangan mereka.
Jadi, ketika kamu merasa insecure bahwasannya kamu tak pantas untuk seseorang karena menurutmu dia terlihat, terdengar, dan terbaca sangat sempurna, ingat kembali, dibalik semua itu ada kekurangan yang tidak kamu ketahui. Saya, kamu, dan mereka masing-masing menyimpan semua kurangnya rapat-rapat, hanya untuk menyakinkan diri bahwa kita telah cukup baik untuk manusia lainnya.
Di Bumi katanya banyak orang baik. Baik karena emang baik, baik karena pengen dipuji doang, baik karena biar dibilang baik, baiknya cuma depan gebetan doang, baiknya cuma biar banyak fansnya doang, baiknya terlalu dibuat-buat.
Orang baik itu seperti apa dong?
Apakah mereka yang rajin mungutin sampah di jalan?
Apakah mereka yang rajin ngasih makan kucing jalanan?
Apakah mereka yang senantiasa ngasih duit sama pengemis dijalan?
Apakah mereka yang selalu bisa dipinjemin duit?
Apakah mereka yang selalu ikhlas ditinggalkan?
Ataukah mereka yang sehari-sehari hanya melempar senyum kepada orang lain?
Kalau kata dia, "Orang baik itu yang mau diajakin berjuang sama-sama."
Bukan ingin menyalahkan pendapat, bukan pula ingin merasa benar. Apa yang akan saya tulis malam ini semata-mata hanya agar tak banyak manusia diluar sana yang kembali menganggap bahwa menulis semata-mata hanya untuk menyembuhkan patah hati saja.
Dulu, pernah sekali ditegur serupa ini. Kamu nulis biar apa? Biar gak ingat sama mantan kan? Biar cepat pulih kan dari patah hatinya? Atau ketika menulis hal-hal yang romantis seketika diserang dengan pernyataan ciee, yang susah move on dari mantan. Cieee, calon patah hati lagi.
Mari, berfikir tak selalu apa yang kebanyakan orang lain pikirkan. Mari, tak sembarangan menerima apa yang orang lain simpulkan. Membuka pikiran dengan melihat yang lain adalah kesempatan terbaik untuk bisa menerima pendapat, kritik, dan saran dari orang lain.
Menurut saya, jika ditanya, menulis bukan selalu sebagai terapi diri dalam kategori patah hati. Ayolah, untuk sembuh dari patah hati bukannya kau hanya perlu menemukan orang yang tepat setelah dipertemukan dengan orang yang salah kan(?) Iya kan(?).
Jujur saja, menulis memang self healing bagi sebagian orang tapi bukan semata untuk menyembuhkan patah hati. Ada banyak orang yang menulis untuk menyembuhkan diri mereka dari riuhnya isi kepala mereka, dari buruknya sikap dan tingkah mereka, dan dari keanehan yang otak mereka hantarkan. Bahkan ada yang menulis untuk menjadi pengingat bagi orang lain atau bahkan untuk mengingatkan diri mereka sendiri.
Inilah kenapa kebanyakan orang sering sekali berprasangka, kala kita menuliskan hal-hal romantis mereka berkomentar, "lagi kasmaran ya?" padahal hanya ingin membagi hal-hal manis saja. Lalu saat menuliskan kisah sedih yang bahkan kata ganti dia disini tak merujuk pada kata "kekasih", akan ada yang berkomentar "patah hati lagi?".
Karena alasan ini, banyak yang berasumsi bahwa penulis itu atau yang suka menulis pasti orang-orang yang sering patah hati. Padahal tidak, sebagian memperuntukkan tulisannya untuk dirinya, sebagai pengingat dikala dia lupa bahwa dia pernah dan tak ingin kejadian sama terulang lagi. Sebagian memperuntukkan tulisannya sebagai alat terapi dari kebiasaan buruknya, agar tak setiap hari dia melakukan hal-hal yang tak baik.
Sebagian lagi, memperuntukkan tulisannya sebagai sebagai satu-satunya cara untuk sembuh dari penyakitnya. Bahkan ada yang menulis agar ia tak hilang harapan pada kehidupannya. Juga ada yang menulis untuk menyenangkan orang lain.
Jadi, ketika melakukan survey, dan mendapati kata self healing, it's doesn't always mean about broken heart. We write for ourself, for other, for healing from our own self which is not always broken heart. Self healing itu bisa berarti banyak, jadi sebaiknya tak langsung menyimpulkan.
Seperti alasan diatas, tulisan malam ini pun untuk meringankan isi kepala yang sedang penuh-penuhnya. Jadi, ambil baiknya buang buruknya saja.
Senang rasanya bisa menulis melalui Luna lagi, kali ini tulisan saya masih seputaran blabbering, menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan. Sebenarnya, tulisan ini bukan untuk menghakimi orang lain, hanya sebagai pengingat saja, semoga masih ada manfaat yang bisa dipetik oleh para penghuni laman biru tua ini.
Menjawab pertanyaan pertama “HIJRAH ITU GAK USAH DIUMBAR, GAK USAH DISEBUTIN GUE HIJRAH, ITU MAH URUSAN KITA SAMA ALLAH”
Pernah gak sih kita berfikir bahwa memberikan kabar gembira kepada orang lain itu lebih baik dibandingkan ngasih kabar buruk (?), IMHO kabar bahwa seseorang telah hijrah itu adalah kabar gembira, which is ketika lo hijrah dan mengatakan bagaimana baiknya hidup lo dibanding ketika sebelum hijrah adalah kabar baik yang bisa memotivasi orang lain untuk melangkahkan kakinya ke jalan kebaikan yang kita pilih. Kalau gak percaya, buka Al-Baqarah ayat 25 coba, disana Allah meminta kita menyampaikan kabar gembira untuk orang-orang yang beriman. Dan hijrah seseorang ke jalan yang benar sungguh merupakan kabar gembira bagi mereka yang beriman. Jadi, ketika kamu hendak hijrah tidak masalah menyampaikannya ke khalayak ramai, sebab bisa jadi hijrahmu adalah sebuah langkah orang lain menuju jalan kebaikan juga. Yang harus diperhatikan disini adalah bagaimana caramu menyampaikan maksud baik tersebut, bukan dengan menjelekkan yang belum hijrah, bukan dengan menjelekkan agama lain atau menghina agama lain, melainkan lebih menunjukkan keberkahan yang kita dapatkan setelah berhijrah.
Menjawab pertanyaan kedua, “YANG PAHAM AGAMA SERING SEKALI MENGATAKAN AGAMA LAIN SALAH, SEPERTI MENCELA AGAMA LAIN SAJA.”
Ini yang perlu diperhatikan oleh para influencer di media sosial, ketika hendak mengomentari soal agama, sebisa mungkin sudah paham ilmu agama, which is sudah khatam Quran dan Hadits, jadi ketika kalian disanggah dengan ribuan komentar bisa diluruskan dengan Quran dan Hadits. Catatan buat para influencer diluar sana, so please jangan pernah salahkan para ustad ketika mengatakan bahwa si A salah dalam menafsirkan, mereka hanya memberi tahu sama seperti guru matematika saat memberi tahu muridnya bahwa integral 1 itu bukanlah sin x. Sama ketika kita salah jalan, terus temen negur, harusnya belok kanan deh, dan itu bukan berarti mencela kita, hanya meluruskan saja. Kayak orang-orang yang senang melihat ceramah Dr. Zakir Naik, dan membenarkan apa yang beliau ucapkan, bukan berarti mereka menyalahkan agama orang lain, apalagi mencelanya. Jadi sebelum berkomentar hendaknya tabayyun dulu, cari tahu dulu kebenarannya, karena ketika berbicara perihal agama kita gak pakai “menurut gw” tapi “menurut Al-Quran”.
Menjawab pertanyaan ketiga, “KENAPA GAK PUNYA AKTOR ATAU AKTRIS FAVORIT?”
Gw, ketika ditanya siapa aktor atau aktris favoritmu, tidak ada satupun yang terlintas dibenak gw. Ngapain ngefans sama manusia, yang sama seperti kita, hanya berbeda dari segi kehidupan saja. Jika diminta menyebutkan favorit siapa, jelas Rasulullah lah, beliau ucapannya benar, sikapnya adalah teladan, dan terlebih beliau kekasih yang Allah cintai. Manusia, sekalinya tenar, dan speak up orang-orang akan membenarkan ucapannya, padahal jika tak sesuai dengan Al-Quran dan Hadits jangan dibenarkan. Alasan paling masuk akal untuk tak memfavoritkan manusia jaman now.
Menjawab pernyataan keempat, “KATANYA GAK ADA AKTOR FAVORIT TAPI SUKA SAMA FEDI NURIL”
Suka artinya bisa luas, suka sama aktingnya, suka sama rupanya, suka sama cara berbusananya. Namun tak mengikuti gayanya, tak mengikuti bagaimana sikapnya, dan tak mengikuti bagaimana cara dia berbicara dengan orang lain, juga tak mengikuti ambisinya. Biasa seseorang yang memfavoritkan orang lain akan mulai mengoleksi semua yang entah dikenakan, atau dijual oleh orang tersebut. Bisa mulai mengikuti fashion orang tersebut, cara makeupnya dan sebagainya. Jadi harap dibedakan antara ngefans sama suka doang. Suka bisa hilang, ngefans bisa selamanya.
Jadi, buat kita-kita yang senang menyebar kebaikan, hendaklah mencari tahu dahulu sebelum menguplod video berupa komentar-komentar tentang agama. Sebelum memfavoritkan orang lain dulu, hendaklah memfavoritkan para wanita sholehah yang begitu terkenal di surga bukan di dunia. Karena, suatu ketika kita meninggalkan dunia, kita akan dibersamakan dengan orang-orang yang begitu kita sanjung didunia, dan yakinkan diri dulu sebelum memfavoritkan orang lain dia bisa bawa kamu masuk surga apa gak?
Yah, sekian dulu menjawab pertanyaannya, jika ada pertanyaan lain, silahkan bertanya, atau ada masukan silahkan sharing, karena saling mengingatkan adalah tugas seorang muslim/muslimah.
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokahtuh. Dan selamat siang menjelang sore. Setelah cukup lama hiatus dalam nulis tumblr akhirnya malam ini (ditulis tengah malam, uplod siangan) nulis lagi. Semoga tak banyak yang tersindir, yah kalau kesindir sih bagus ya, artinya Allah mau kamu jadi lebih baik lagi.
Jadi, ceritanya, pada suatu ketika saya ngobrol sama temen yang udah jomblo lama lantas mengiyakan untuk diajak pacaran. When I ask her about the meaning of PACARAN dia santai ngejawab "Kita pacaran syar'i kok". Di kepala saya spontan ngebayangin pacaran yang syar'i, dan gak ada bayangan sama sekali. Iyalah, karena emang gak ada yang namanya pacaran Syar'i.
Mari pahani dulu arti kata Pacaran, menurut kamus KBBI edisi ketiga tahun 2002, pacaran adalah bercintaan; atau berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Pertanyaannya, apakah dalam ajaran islam Rasulullah pernah mencontohkan agar umatnya pacaran? Pernah gak denger Rasulullah nyuruh anaknya Fatima pacaran sama Ali? Atau adakah dalam Al-Quran manusia disarankan pacaran?
Yang jawab ada, jangan lupa message saya ya (modus aja lu rin). Jawabannya TIDAK. Lah terus gimana dong pacaran yang Syar'i itu? Jawaban temen saya.
"Kita cuma makan berdua kok. Nonton. Terus chattingan. Udah izin juga sama orang tua masing-masing."
Biar saya jabarkan berapa banyak Zina yang terjadi dalam kalimat itu. Zina mata, saat makan berdua, pasti ada kala tatap-tatapan. Kelak di akhirat bakal ditanya "Matamu kamu gunakan untuk melihat apa?" Yang ngomong bukan mulut kita lagi, matanya langsung. Ingatlah, pandangan pertama untuk satu detik itu rezki, berikutnya udah gak boleh lagi. Gak apa-apa dibilang gak fokus, daripada mandang yg bukan hak kita. Iya gak? Kedua Zina yang paling sering terjadi saat nonton, pegangan tangan. Duuh, dulu sebelum sadar saya pernah, sekarang kalau megang yg bukan halal ngebayangin bapak kebakar di neraka jadi serem sendiri. Yang gak banyak diketahui manusia, dalam chattingan sama lawan jenis (spesial pacar) pun ada kemungkinan terjadi zina.
Terus ada yang ngatain "Hidup aja lo dijaman manusia belum tahu arti temen. Sekalian aja lo buang tuh hape". Cooling down para pembaca yang budiman, boleh membalas pesan teman asal tak ada unsur yang memungkinkan bisa memancing nafsu teman. Misal, ditanya "Woi ada PR gak" jawab aja "Ada. Biologi, halaman 37". Udah selesai, kalau temenmu ngelanjut chatting yang gak penting gak usah diladeni. Read aja gitu.
Paling parah nih ya, orang tua yang ngasih izin anaknya pacaran. Keterlaluan menurut saya, apalagi kalau pacarannya di rumah, adduh malaikat mah ogah mampir ntar, yang ada setan pada kumpul, "liatin woy ada yang pacaran. Godain gih suruh pegang tangan. Abis itu cium kening." Dan merdekalah mereka karena menang dari iman manusia.
Sekarang ada banyak yang mengatasnamakan pacaran syar'i buat panen dosa. Baik itu yang masih kecil, remaja, dewasa, atau yang tak lagi dewasa. Bilangnya gak pacaran, tapi ngitung hari jadi, gandengan tangan, rangkulan, dan pelukan. Aah hidup kok ribet banget sih, banyak aturan. Inilah, itulah. Emang kudu ribet, karena islam begitu memuliakan wanita, kan gak masalah ribet di dunia lancar di akhirat. Daripada lancar di dunia ribet di akhirat, iya gak?
Paling anehnya ketika dikasih saran untuk tidak pacaran mereka akan mengatakan "pacaran salah satu cara milih jodoh yang terbaik. Pacaran itu usaha biar bisa ketemu jodoh". Kamu salah besar, tak ada usaha yang lebih baik dalam menjemput jodoh selain ikhtiar pada-Nya sembari masukin CV ke murobbi, heheheh. Jauh lebih baik ta'aruf ketimbang pacaran, but remember this one before starting ta'aruf. Ta'aruf itu gak bertemu tiap hari ya, ta'aruf juga gak chattingan tiap hari. Silahkan tanyakan proses lebih lanjut kepada yang ilmunya tinggi jika tak percaya pada tulisan ini. Karena kadang mereka menyebut pacaran syar'i itu juga adalah ta'aruf. And it's totally different buddy.
So akhir kata, karena udah kepanjangan banget. Jadilah perempuan yang terhormat, yang pandangan matanya, kata-kata romantisnya, dan seluruh tubuhnya cuma buat suami doang.
Blabbering : Allah Tak Pernah Tidak Mengabulkan Doa-Doamu
"Ya Tuhan, kenapa doaku selalu saja tidak pernah engkau ijabah?"
Pernah seperti ini? Pernah ngeluh gini? Pernah melemparkan tanya ini saat sujud pada-Nya? Ngaku aja deh, pasti pernah. Saya juga pernah, pernah sekali protes sama Allah, ehh terus besoknya minta maaf, tobat, banyakin istigfar biar salah yang kemarin diampunin, hehehe ummat kayak gini kali ya yg bikin Allah gemes sendiri.
Sesungguhnya tidak ada doa yang tidak di ijabah Allah. Biar ku paparkan sedikit beberapa doa yang Allah ijabah padahal sekiranya mustahil bagi logika manusia.
Pertama, doa Nabi Zakaria ada di Surah Maryam ayat 4 dan di Surah Al - Anbiya ayat 89. Isinya berupa Nabi Zakaria yg meminta keturunan padahal istrinya mandul atau gak bisa punya anak. Terus apa balasan Allah?
Allah SWT berfirman:
"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (QS. Al-Anbiya : Ayat 90)
Terus ada pula doa Nabi Ayyub yang ditimpa musibah berupa sakit dan kehilangan keluarganya, harta bendanya, dan hidup dalam kehidupan yg sangat miskin. Ketika beliau berdoa meminta kesembuhan apa jawaban Allah?
Allah SWT berfirman:
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." (QS. Al-Anbiya: Ayat 84)
Terus pada bilang pasti "Itu kan Nabi ya iyalah doanya dikabulkan, lah kita mah apa?"
Tahu gak, pada saat seorang manusia bertobat dan memutuskan untuk hijrah maka disaat yg sama posisi manusia itu layaknya hamba-hamba Allah yang shaleh/shalehah. Dan yakinlah Allah mengabulkan setiap doa-doa umat-Nya yang yakin pada-Nya.
Hanya saja bentuk pengabulan doa kita itu ada banyak jenisnya. Pertama, dikabulkan karena memang Allah mau mengabulkannya. Kedua, dikabulkan karena Allah gak suka sama kita, ya udah dikasih-kasih aja gitu cuma ntar di akhirat Allah mah gak mau liat-liat ke kita lagi. Ketiga, dikabulkan namun diganti dengan yang lebih baik.
Ada kala kita berdoa bertahun-tahun lamanya untuk satu hal, misalkan saja impian sejuta umat PNS. Doanya "Ya, Allah luluskan hamba agar bisa jadi PNS" tapi gak dikabul-kabulin sama Allah. Jangan marah dan ngambek dulu, lihat sisi positifnya bisa saja Allah gak mau kita jadi PNS yg korup. Atau PNS yg makan gaji buta saja. Bisa saja toh, iya gak(?)
Atau ada yang terus berdoa "Ya Allah saya mau nikahnya sama dia saja" tapi gak dikabulin sama Allah. Jangan sedih, lihat sisi positifnya. Bisa saja laki-laki yang kamu minta itu adalah orang munafik, yg didepan saja terlihat shaleh, didepan saja keliatan gak suka pacaran, banyak sharing video-video islami cuma siapa yg sangka dia yg kau minta justru punya pacar diam-diam, doyan lihat wanita-wanita bahenol, atau parahnya dia doyan lihat video porno. Kan, Allah jaga kamu agar kamu tak salah dalam memilih.
Jadi ketika doa-doa kita panjatkan terasa tak dikabulkan Allah, jangan sedih, siapa tahu Allah kabulkan di akhirat kelak. Kan lebih bahagia kalau kehidupan akhirat kita kelak lebih wah dibanding kehidupan kita di dunia ini. Iya gak?
Wes, kalau masih gak seyakin itu sama Allah banyakin baca Quran. Biar tahu bagaimana baiknya Allah, bagaimana cintanya DIA pada umat-Nya yang shaleh/shalehah.
Ada banyak sekali yg berkomentar kala saya memutuskan untuk menggunakan hijab syar'i yang kata abang saya sendiri jilbabnya kayak mukenah. Yang kata bapak saya jilbabnya kayak emak-emak. Dulu tiap kali jalan bareng ke mal selalu diledekin serupa ini, "Jangan jalan terlalu deket ntar disangkanya kamu mama abang lagi".
Pernah pula ada yang menyebut hijab saya terlalu rempong, karena tiap kali keluar dan hendak membayar makanan atau lainnya saya kudu angkat dikit biar tangannya kelihatan. Bahkan mama sempat negur sendiri, "Duuh nak, kenapa pakai hijab lebar kecepetan ntar gak ada lagi yg mau sama kamu".
Saking banyaknya yang protes sana-sini saya pernah dalam sebulan-tiga bulan sampai menggunakan hijab yg gak lebar. Selama nutupin dada wes dipakai. Kadang dimodel sana-sini. Jika diingat kembali kali itu saya membuat setan tertawa menang.
Sampai sekarang pun saya masih sering sekali di bilangin, "Mungkin karena hijabmu yg terlalu lebar jadi belum dapat jodoh", "Mungkin karena hijabmu yang terlalu lebar sampai susah dapat kerjaan". Semua kemungkinan itu cukup membuat mikir. Iyalah, manusia ketika down apa saja di pikirkan. Bahkan untuk nanggung resiko sekalipun.
Syukur-syukur Allah mempertemukan saya dengan sahabat solehah, jadi tiap down ada yg nasehatin "Ujian Rin, makin kuat niat kita untuk hijrah makin banyak ujian yg Allah berikan. Sabar, minta untuk diteguhkan hatimu". Ya, kalau gak ada yg ngasih nasehat serupa itu sudah lepas jilbab mungkin saya. Karena menurut ego wanita saya, ada kala diri saya berkomentar narsis sendiri "Kamu keliatan lebih cantik pakai celana jeans dengan hijab kekinian", "Duuh tampangmu kayak ndeso kalau pakai rok dengan hijab tanpa model dan polos gitu, ganti gih."
Sekarang saya kembali mikir, kenapa sih harus hijrah? Toh yg penting pakai jilbab sekalipun baju ketat celana ketat, keliatan aurat, yg penting sholat 5 waktu rajin, puasa, sedekah, kan tiap amalan diterima juga sama Allah.
Pernah gak sih kalian mikir gini, kalian keluar pakai celana jeans yg memperlihatkan lekukan tubuh kalian terus jalan ke stasiun misalkan, dalam perjalanan ke stasiun itu ada yg mendadak ngomong "Wow, bodynya oke juga tuh" dan kebetulan yg ngomong itu cowok, so si cowok dosa karena zina, yg cewek dosa karena membuat si cowok melakukan zina mata.
Jadi bakal dicatat apa kira-kira sama malaikat? Amalan kah? Dosa kah? Jadi gimana asumsi yg tadi, yg penting pakai jilbab sekalipun pakai celana ketat, baju ketat yang penting shalat rajin, puasa rajin. Kira-kira ada amalan gak bisa dicatat jika tiap keluar rumah ngajakin orang bikin dosa?
Satu-satunya alasan kenapa sih harus hijrah? Karena mati tidak bisa menunggu kita jadi baik dulu. Jika bisa kita segerakan meninggalkan yg buruk dan menjadi baik, kenapa harus ditunda-tunda, iya gak (?) Allah sebenarnya gak butuh kita mau shalat atau gak itu urusan kita. Kita mau maksiat atau gak, Allah gak pernah butuh. Justru kita yg butuh kelak, suatu ketika malaikat maut menjemput kita punya tabungan apa untuk bisa ke surga?
Shalat rutin 5 waktu? Yakin kita benar-benar telah mendirikan shalat? Yakin shalat kita sempurna dan diterima Allah? Yakin amalan shalat yg kita kerjakan bisa nutupin maksiat lainnya yg tanpa sengaja kita lakukan?
Ada yg bilang belum siap, siapmu kapan? Pernah yakin gak, pas kamu siap hijrah besoknya masih hidup? Gak ada jaminan loh. Saya pun gak jamin ada banyak yg suka blabbering saya ini. Hijrah itu gak selalu harus siap dulu kok, pelan-pelan dilakukan. Paling penting perbanyak teman salehah, jadi ketika kamu galau Lepas Hijab ada yg bisa nasehatin kamu.
Kenapa masih ragu meninggalkan hal buruk padahal Allah menjanjikan ganti yg baik jika yg buruk ditinggalkan karena-Nya. Bukankah kehidupan setelah mati yang paling kita tunggu, iya gak?
Ditulis sebagai pengingat kalau-kalau banyak godaan yg datang.