Ramalan Cuaca Kabupaten Malang, Kab. Malang, JawaTimur 16 BMKG Indonesia. Swante Adi Krisna, S.H., M.H., M.H.
seen from Taiwan

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Pakistan
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Canada

seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States

seen from Pakistan
seen from Angola

seen from Türkiye
seen from Russia
Ramalan Cuaca Kabupaten Malang, Kab. Malang, JawaTimur 16 BMKG Indonesia. Swante Adi Krisna, S.H., M.H., M.H.
Ramalan Cuaca Kabupaten Malang, Kab. Malang, JawaTimur 28 BMKG Indonesia. Swante Adi Krisna, S.H., M.H., M.H.
Merasakan Sumber Air Umbulan Yang Sejuk, Terletak Di Dampit Kabupaten Malang
https://www.satukanal.com/merasakan-sumber-air-umbulan-yang-sejuk-terletak-di-dampit-kabupaten-malang/
Merasakan Sumber Air Umbulan Yang Sejuk, Terletak Di Dampit Kabupaten Malang
SATUKANAL, MALANG – Berbagai sumber daya alam (SDA) yang terdapat di Kabupaten Malang masih banyak menyimpan potensi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tak hanya untuk sarana rekreasi, tetapi juga sisi ekonomi.
Seperti potensi Sumber Air Umbulan yang terletak di Desa Pamotan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Sumber air yang terletak di tengah-tengah hamparan sawah warga, membuatnya mempunyai keunikan tersendiri.
Di Sumber Umbulan, sudah terdapat tempat bermain air untuk anak-anak dengan kedalaman air yang tidak mencapai satu meter. Sehingga, cocok untuk wisata keluarga.
Terdapat pula kolam besar dengan kedalaman air hampir mencapai lima meter dari permukaan air hingga dasar kolam. Pepohonan yang rindang mengelilingi Sumber Air Umbulan menambah suasana sejuk yang bikin betah.
Tak hanya sebagai tempat rekreasi, hampir keseluruhan warga sekitar memanfaatkannya sebagai pengairan sawah. Juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, baik dikonsumsi maupun yang lainnya.
Choirul Ulum (24), salah satu pengunjung Sumber Umbulan mengatakan tempat ini selain untuk keperluan mandi juga sering digunakan sebagai tempat refreshing saat hari-hari libur. Yang datang tak hanya warga Dampit, melainkan juga pengunjung dari luar daerah-daerah sekitar.
“Sering sekali datang ke sini, seusai datang dari tempat kerja biasanya masih mampir ke tempat ini. Hanya kadang untuk menikmati pemandangan dan beristirahat, juga tidak jarang mandi dan bermain air bersama teman-teman,” tutur pemuda yang juga berasal dari Desa Pamotan Kec. Dampit ini.
Untuk pengembangan selanjutnya, masih belum ada pembahasan dari pihak desa. Warga juga masih jarang yang memanfaatkan lokasi sumber sebagai tempat berjualan. Hanya ada satu warga yang berjualan menetap di tepi sumber.
Masalah akses juga masih menjadi persoalan. Pengunjung berharap, perbaikan akses bisa dilakukan agar mempermudah saat datang ke Sumber Umbulan.
Pewarta: M Ali Bisri
Redaktur: N Ratri
Taktik Brand Lokal Malang di Tengah Persaingan dan Pasar Digital
https://www.satukanal.com/taktik-brand-lokal-malang-di-tengah-persaingan-dan-pasar-digital/
Taktik Brand Lokal Malang di Tengah Persaingan dan Pasar Digital
SATUKANAL, MALANG – Dunia kreatif, termasuk fashion di Indonesia saat ini tengah mengalami pertumbuhan. Namun tidak dipungkiri, brand-brand impor masih cukup menguasai pasar. Terlebih di era digital ketika penjualan tak lagi terbatas melalui store-store konvensional.
Meski demikian, ada upaya dari brand-brand lokal untuk mendobrak pasar. Misalnya seperti yang dilakukan Pramudito dengan mengusung produk-produk konveksi dengan brand Anak Muda Cinta Indonesia (AMCI).
Meski masih tergolong baru, dia terus menggencarkan promosi brandnya dalam beberapa bulan terakhir. Pramudito mengaku memiliki semangat agar brand lokal Malang ini siap mengambil tempat di tengah persaingan pasar fashion nasional.
“Sejauh ini anak Malang men-support adanya brand ini dan beberapa pengusaha Malang Raya juga terbuka degan ini. Ini masih belum (merambah pasar internasional), kita fokuskan pertamanya pada lingkup Malang khususnya, juga nasional,” ujar pemuda asal Pakisaji, Kabupaten Malang ini.
Pramudito menuturkan, selama ini yang dilakukan yakni promosi lewat sosial media. “Juga dengan buka bazar pada event-event yang ada di Malang, misalnya kayak Kick Fest, dan lainnya itu. Saya selalu mempromosikan AMCI melalu IG (Instagram) dan teman-teman media,” lanjutnya.
Untuk memperkuat promosi offline, dalam waktu dekat Pramudito menyebut akan me-launching kafe di daerah Dieng. Kawasan itu dipilih karena merupakan usat berkumpulnya anak-anak muda. “Di sana pun cukup banyak kegiatan produksi maupun kerja-kerja kreatif lainya di Malang,” tuturnya.
Pembuatan kafe itu, juga untuk memberi alternatif tempat para pelaku usaha kreatif berkumpul dan memperkuat jaringan. “AMCI ini akan segera membuat komunitas Anak Muda Cinta Indonesia, yang nantinya akan digunakan sebagai tempat nongkrong, tukar pikiran, sharing karya, atau apapun yang sedang digelutinya,” sebutnya.
Untuk terus mengembangkan produknya, AMCI mencoba bergerak terus keluar daerah Malang. Misalnya, dengan membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya, potensi bisnisnya ini sangat terbuka lebar untuk dikembangkan di daerah lain.
Pramudito juga mengatakan koleksi produk AMCI sudah banyak dipakai beberapa pejabat di daerah Malang Raya. “Dukungan seperti gerakan membeli produk lokal ini yang perlu, ini juga yang membuat saya ingin terus mengembangkan brand ini sekaligus mengajak teman-teman lain berani bergerak keluar,” tegasnya.
Dalam pemilihan nama brandnya, ia menegaskan nama AMCI ini sengaja dipilih sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “Inspirasinya muncul lantaran kecintaannya terhadap bangsa Indonesia sehingga lahir nama brand AMCI ini,” pungkasnya.
Pewarta: Ali Bisri Redaktur: N Ratri
Peluang Usaha, Pekarangan Rumah Jadi Lahan Budidaya Rumput Taman
https://www.satukanal.com/peluang-usaha-pekarangan-rumah-jadi-lahan-budidaya-rumput-taman/
Peluang Usaha, Pekarangan Rumah Jadi Lahan Budidaya Rumput Taman
SATUKANAL, MALANG- Memanfaatkan pekarangan rumah bisa menjadi peluang usaha untuk menunjang perekonomian keluarga. Seperti yang dilakukan penduduk Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak yang memiliki potensi budidaya tanaman rumput taman.
Saat mengunjungi desa tersebut, tampak pemandangan yang asri. Pekarangan-pekarangan rumah warga tampak hijau dengan deretan rumput taman yang tertata. Di siang atau sore hari, para pemilik rumah dengan telaten merawat rumput-rumput itu.
Pekarangan rumah warga di Desa Sukolilo ini rata-rata cukup luas. Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki ketersediaan air yang cukup. Sebagian besar warganya, berprofesi sebagai petani dan bercocok tanam.
Lahan pekarangan tersebut, tak luput untuk dimanfaatkan. Rumput-rumput itu tidak ditanam semata untuk memperindah rumah, melainkan untuk dijual. Bahkan, budidaya rumput taman di desa itu telah menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Ketua Unit Usaha BUMDes Desa Sukolilo, Zainal Arifin mengatakan mulai dari tahun 1908 masyarakat setempat sebenarnya sudah melakukan budidaya rumput taman, khususnya di Dusun Napel.
Saat itu, mereka banyak membudidayakan jenis rumput taman Manila atau Jepang. Baru pada tahun 2000-an, mulai merambah ke jenis rumput taman gajah mini dan mutiara.
“Untuk kerja sama dalam penjualannya, selama ini masih lebih banyak didistribusikan kepada pemborong. Biasanya untuk keperluan perumahan, rumah sakit, bandara, taman kota, maupun tempat-tempat umum lainnya,” tuturnya Zainal.
Pria yang juga merupakan pendamping desa pemberdayaan wilayah Kecamatan Wajak ini berharap, ke depannya budidaya rumput taman ini akan diwadahi dalam bentuk BUMDes. Nantinya, salah satu unit usaha yang dibentuk akan bergerak di perawatan dan pengadaan taman serta tanaman hias.
Gagasan ini muncul seiring meningkatnya kegemaran masyarakat pada rumput taman. Sehingga, peluang pasar cukup besar pula. Rata-rata saat ini perumahan, kantor-kantor, taman, hingga rumah pribadi membutuhkan rumput taman.
Rumput taman produksi warga Desa Sukolilo dipatok dengan harga Rp 7 ribu per meter persegi. Sementara setiap warga, rata-rata mempunyai lahan pekarangan sekitar 5 kali 10 meter.
Dengan asumsi tersebut, maka setiap panen warga akan memperoleh sekitar Rp 350 ribu. Padahal, masa tanam rumput taman juga relatif lebih cepat dibanding komoditas tanaman lain. Dari mulai proses tanam, butuh waktu hanya 1,5 bulan sampai 2 bulan untuk dipanen.
Zainal menyebut, potensi budidaya rumput taman di pekarangan ini akan terus dikembangkan. Harapannya, potensi yang ada bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sukolilo Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
“Yang juga dibutuhkan saat ini, adanya keterlibatan pihak-pihak lain seperti BUMDes untuk selalu berperan aktif mendorong kegiatan budidaya rumput taman ini. Mulai dari proses produksi sampai distribusi agar dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa,” pungkasnya.
Pewarta: Ali Bisri
Redaktur: N Ratri
Jadi Persoalan Nasional, Ma’ruf Amin Tinjau Pencegahan Stunting di Malang
https://www.satukanal.com/jadi-persoalan-nasional-maruf-amin-tinjau-pencegahan-stunting-di-malang/
Jadi Persoalan Nasional, Ma’ruf Amin Tinjau Pencegahan Stunting di Malang
SATUKANAL, MALANG– Persoalan stunting atau gangguan pertumbuhan anak menjadi salah satu persoalan kesehatan yang genting di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting di Indonesia pada 2018 mencapai 30,8 persen.
Artinya, satu dari tiga balita mengalami gangguan pertumbuhan atau perawakan pendek akibat malanutrisi. Dalam kunjungan kerjanya di Malang Raya, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin turut menyoroti fenomena tersebut.
Ma’ruf Amin melakukan peninjauan secara langsung terkait upaya pencegahan stunting yang ada di Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Pada sesi wawancara, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa persoalan stunting di Indonesia saat ini sudah mencapai 27,05 persen. Sehingga, perlu penanganan yang terus didukung bersama.
“Ini sudah ditindaklanjuti secara nasional dengan berbagai pihak yang terkait. Kementerian Kesehatan RI terus melakukan kegiatan dengan dinas-dinas kesehatan yang ada di berbagai daerah,” terangnya.
Sebagai informasi saat debat ketiga PIlpres 2019 pada bulan Maret lalu, persoalan kesehatan masuk pada daftar topik pembahasan. Stunting dinilai sebagai masalah kesehatan yang perlu disoroti dan ditangani secara bersama.
Pewarta: Ali Bisri
Redaktur: N Ratri