Teori sebab akibat Roda bianglala pasar malam itu terus berputar, membawa bahagia sejoli pun anak-anak kecil yang tiada henti berteriak histeris. Sebab akibat, bahagia juga sedih, merasa berkorban dan yg diperjuangkan atau hanya cukup dengan diam, bahkan bungkam. Ketika kemudian rasa-rasa itu mulai berafiliasi dengan rasa yang lain, membentuk konspirasi rasa-perasaan. Iya, aku berdiri kemudian berlari mengejar yang sebetulnya masih kabur dalam pandangan mata, hanya percaya bahwa dengan terus berlari dan bergerak akan mendapati suasana dan mungkin Yang Maha Mulia kehendaki menjadi berbeda..harapan adalah sebab pun doa dan usaha, yang kata kebanyakan orang memang begitu kuncinya hidup. Dan akibatnya adalah terus percaya bahwa penghidupan fana ini pun perlu dihidupi agar sarat akan makna, pahala dan macam-macam rasa, macam halnya manis, asam, pahit mapun asam. Aku ingin bermimpi, sebab itu mendatangkan harapan baru. Aku ingin berhamdallah sebab Yang Maha Mulia masih memberikan aku nafas hingga detik ini. Aku ingin merenung sebab dengan merenung aku menjadi lebih sabar juga tak mudah menggadaikan semangat dengan putus asa. Aku ingin menjadi diriku, sebab menjadi orang lain adalah mengforsir diri, capai yang kemudian hidup di bawah naungan gengsi, hilang arah kemudian tersesat pada duniawi. Aku ingin berjalan sekalipun kerikil dan onak dihadapan, sebab ingin aku hidup seperti kurva naik turun agar aku dapati banyak hikmah, hingga tak mudah terpedaya dengan ilusi duniawi. Aku ingin bermanfaat sebab aku ingin Rindonya yang membawa diri pada SyurgaNya. Yang Mulia...terima kasih Engkau percayakan kehidupan ini, begitu banyak takrif, nikmat, dan hal-hal lain yang aku pun tidak dapat menjelaskan. Hamdallah #monologue #sajaktakaturan #cheapphotography #peoplephotography #humanpotrait #pedan #klaten #tenun #kainlurik #snapseesphotoeditor #humanlife #renungansenja #hamdallah










