Meledak kemudian hening sesaat, kamu meletakkan petasan itu dalam otakku. Meracau kemudian jeda sebelum titik, kamu berkata seakan semua itu benar, seakan itu semua benar, seakan benar semua itu. Perhentian kalimat tak kau acuhkan, setahumu ucapanmu harus selesai sebelum tarikkan nafas kedua di menit itu. Entah kau tahu atau tidak, dari sekian banyak kata dan phrase kalimat yang kau ujarkan, hanya sedikit saja yang dapat aku dengar secara gamblang, namaku, namamu, cinta, dan pisah, tapi kurasa itu sudah cukup, karena kupikir itu sudah semua dari hal yang kau ingin aku tahu. Kemudian ku berpikir sesekali mengingat keras tentang satu hal, apakah kau berkata tentang kau yang masih ingin melanjutkan cinta ini dan tak ingin pisah, namun hanya kesal dengan kesalahan yang ku lakukan. Atau, kau sudah jenuh dengan semua salahku dan ingin kita segera pisah? Ah, lebih baik ku diam saja sekarang ini, biar kau yang menunjukkan apa keputusanmu yang sesungguhnya, aku akam melihat gelagatmu untuk akhir tarung hati ini dan baru akan memutuskan. Mengambil seluruh barangmu dan kemudian pergi begitu saja, kau meninggalkanku tanpa sebutir kata pun keluar dari bibir ranummu. Kurasa sudah pasti kau mencampakkanku dengan inci kenangan yang sudah banyak kita buat, ya kau meninggalkanku di tempat ini dan di akhir cerita cinta ini. Aku merenungkan semua, tapi mulai menghapus juga, menghapus memori secukupnya dari yang patut untuk tinggal atau sudah cukup untuk saat itu. -------------------------------------------------------- Aku tidak mengerti, kenapa kau tidak mempertanyakan apa-apa? Kenapa kau hanya diam? Apa kau mengerti akan yang kukatakan? Tapi mengap hanya diam? Aku kesal dengan kebisuanmu. Baiklah, sekarang aku hanya akan menunggu pemberitahuanmu, telepon aku untuk semua akhir yang menggantung ini. Aku akan menunggu. ------------------------------------------------------- Tentang kepastian, tentang seseorang yang menunggu, tentang seseorang yang mulai melepaskan, tentang kata yang belum terucap utuh, dan tentang siapa yang akan mengerti pertama.