Kampung Adat Bena
kampung tradisional Bena merupakan wisata alam dengan pesona sejarah yang masih memegang tradisi nenek moyang

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
Kampung Adat Bena
kampung tradisional Bena merupakan wisata alam dengan pesona sejarah yang masih memegang tradisi nenek moyang
Potret Portrait #REFLEKSI Pangeran (Allah Swt.) Sembaheun, Rosul (Muhammad Saw.) Teladaneun, Makhluk (Manusia) Binaeun, Alam (Tumbuhan, Binatang, Lingkungan) Uruseun, Karuhun (Orangtua/Nenek Moyang) Turuteun. Indahnya keterikatan dan hubungan antara Tuhan, Rasul, Alam, Manusia, Budaya, dan Negaranya. Inilah konsep keseimbangan dan kesinambungan Hidup yang sangat luarbiasa. Kutemukan saat melakukan perjalanan indah nan mengasyikan bersama teman-teman di Kasepuhan Cibadak, Banten, Jawa Barat, Indonesia. In frame : Mbah warga Kasepuhan Cibadak, saat melakukan prosesi Ngagogondang dalam upacara Seren Taun. Captured by : Samsung Galaxy A7 @oppoindonesia @kelaspagijkt #RenoAcademy #UnlimitedMeInPortrait #EverybodyIsAPortrait #kampungadat #kasepuhanbanten #baduy #masyarakatadat #akuindonesia https://www.instagram.com/p/CdPzEWALAX2/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Ciptagelar, Kampung Adat di Sukabumi yang Teguh Memegang Tradisi
Liputanviral - Sebuah kampung adat bernama Ciptagelar di Sukabumi, Jawa Barat masih memegang erat tradisinya hingga saat ini. Masyarakat hukum adat ini tinggal di sebuah desa yang berada di kawasan pedalaman Gunung Halimun-Salak yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun dan Gunung Salak yang bernama Kampung Gede Kasepuhan Cipta Gelar dan dikelilingi oleh gunung lainnya seperti Gunung Surandil, Gunung Karancang, dan Gunung Kendeng. Kampung Ciptagelar berada di wilayah Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Wilayahnya meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Berdiri sejak tahun 1368, kampung yang berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut ini memiliki suhu berkisar 20 - 26 derajat celcius, ini masih memegang kuat adat dan ajaran leluhur seperti ciri khas lokasi, bentuk rumah, serta tradisi yang masih dijalankan oleh penduduknya.
Disebut kasepuhan karena desa ini memiliki model kepemimpinan yang berasal dari adat dan kebiasaan orang tua atau sesepuh. Kata kasepuhan sendiri berasal dari kata sepuh dengan awalan 'ka-' dan akhiran '-an' yang dalam bahasa Sunda berarti 'kolot' atau 'tua'. Secara harafiah, kasepuhan dapat diartikan sebagai tempat tinggal sesepuh atau mereka yang dituakan.
Kasepuhan Ciptagelar tersebar di tiga kabupaten yang berada di sekitar wilayah perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat. Kasepuhan ini telah mengalami beberapa kali perpindahan desa pusat pemerintahan yang disebut Kampung Gede karena masih menjalankan tradisi berpindah tempat berdasarkan perintah leluhur (wangsit) yang diterima para leluhur (karuhun).
Wangsit tersebut akan diperoleh pemimpin desa Ciptagelar setelah melalui proses ritual dan hasilnya harus dilakukan. Itu sebabnya rumah warga di Ciptagelar merupakan bangunan tidak permanen. Rumah di masyarakat terbuat dari kayu dilapisi bilik bambu dan beratapkan pelepah aren yang dikeringkan. Warga di kampung ini mayoritas bekerja sebagai petani, khususnya yang tinggal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Sebagian kecilnya berprofesi sebagai pedagang, peternak, buruh, dan pegawai.
Dalam mengolah tanah, warga Kasepuhan Ciptagelar melakukan cara dan sistem pertanian secara tradisional. Menanam padi setahun sekali secara serentak dengan melihat tanda-tanda astronomi, tidak menggunakan pupuk kimia, traktor, gilingan padi, hingga dilarang menjual beras atau padi. Hal ini membuat Kasepuhan Ciptagelar mampu berswasembada pangan hingga beberapa tahun kedepan. Meski masyarakat di kasepuhan ini memegang teguh dan menjaga adat istiadat para leluhur, mereka tetap menikmati kemajuan teknologi. Teknologi dianggap sebagai tatanan di lingkungan masyarakat.
Masyarakat di Kasepuhan Ciptagelar percaya manusia bertugas untuk menjaga dan memelihara keseimbangan alam, karena keteraturan dan keseimbangan alam semesta merupakan sesuatu yang mutlak. Adanya malapetaka atau bencana adalah akibat keseimbangan dan keteraturan alam yang terganggu. Eksistensi desa adat Kesepuhan Ciptagelar, Sukabumi telah dikenal secara luas oleh masyarakat Jawa Barat. Terutama karena tradisi bertani seperti ngaseuk, mipit, nutu, nganyaran, dan ponggokan yang diakhiri serentaun. Serentaun menjadi puncak acara kegiatan ritual penanaman padi di setiap tahunnya. Lebih lanjut, pada rangkaian acara ini dihadirkan pula kesenian seperti seni Jipeng, Topeng, Angklung Buhun, Wayang Golek, Ujungan, Debus, dan Pantun Buhun. Read the full article
Kawinni👸🏽 deng Njara🐎 Humba🍃 • 📸: Zainul Fadilah • #travelips #SumbaLyf #kampungadat #Ratenggaro #exploresumba (at Kodi, Nusa Tenggara Timur, Indonesia)
Ratenggaro village named after the king who has established the village. This place is unique for it's traditional houses with thatched roofs and many megalithic tombs. The one containing King Ratenggaro must not be stepped on, otherwise the Gods will strike the village with fire. #ratenggaro #rumahadat #kampungadat #kuburan #sumbabarat #sumba #indonesia #jalanjalanindonesia #villamidala #villaamidalatours
Semangat guys 😉😉😉 . . #kampungadat #kampungbena #benavillage #wisatabajawa #kabupatenngada #explorengada #infongada #infoflores #infontt #explorentt #instafolk #flokindonesia #janganlupabersyukur #janganlupabahagia #myjobmyadventure #mytripmyadventure #pikniknusantara #wonderfulindonesia
Belajar arsitektur tradisional sunda di Kampung kabuyutan Ciburuy Garut, atau biasa disebut situs kabuyutan. Jika arsitektur selalu diidentikkan dengan "bangunan" maka lain halnya ketika berkunjung ke sini, kita dapat belajar mengenai sejarah, asal usul masyarakat sunda, sistem kosmologi, serta istilah pamali yang sebetulnya mempunyai pengaruh besar terhadap pengaturan ruang dalam arsitektur kampung maupun arsitektur rumah adatnya. Urang sunda mengenal istilah "tukang bas" atau bisa dikatakan "arsitek lokal/ seseorang yang ahli dalam membangun", yang menarik disini tukang bas akan selalu fokus dalam 1 bidang pekerjaan (pacabakan) misal ketika dia mengerjakkan pekerjaan kusen maka dia akan fokus pada kusen saja, tidak akan mengerjakan pekerjaan kolom (tihang). Masih banyak hal yang bisa dibahas secara arsitektural maupun non arsitektural dari situs ciburuy ini, lain kali dicoba posting dengan artikel. Foto diabadikan oleh : @ilham_ray #kampungadat #arsitek #arsitektur #localwisdom #geniusloci #ciburuy #kabuyutan #garut #sunda #nusantara (at Situs Ciburuy)