Hidup Kita Bukan Hanya Untuk Kita
Hidup ini bukan hanya untuk kita sendiri. Ada orang lain yang menunggu untuk dijaga, ada orang-orang terdekat yang berharap kamu tetap ada. Hidup ini juga untuk orang lain: untuk mereka yang kamu cintai, yang menjadikanmu alasan untuk tetap kuat menjalani hari.
Saat kamu menjadi seorang suami, pastikan tubuhmu cukup sehat untuk memikul beban tanggung jawabnya. Menjadi tulang punggung keluarga tak hanya butuh kerja keras, tapi juga kesehatan fisik dan jiwa yang terjaga.
Saat kamu menjadi seorang istri, pastikan tubuhmu cukup kuat untuk membersamai. Untuk mendampingi suami, untuk mengasuh anak, untuk menjadi tempat pulang yang hangat meski lelah ikut duduk di bahumu.
Jangan membebani pasanganmu karena kamu abai menjaga diri. Merokok tanpa henti, malas bergerak, tidur larut malam tanpa alasan jelas, makan tak teratur, suka yang pedas berlebihan—semuanya perlahan membentuk luka yang mungkin tak langsung terasa, tapi akan tumbuh menjadi beban di kemudian hari.
Jika kamu terlahir sehat, tanpa penyakit bawaan, jangan sia-siakan. Di luar sana, banyak yang sejak lahir harus berdamai dengan keterbatasan— yang jantungnya lemah, epilepsi, kelumpuhan, dan lainnya. Kamu yang diberi tubuh utuh dan sehat, jangan rusak dengan cara hidup yang seenaknya.
Silakan, jika kamu ingin merusak dirimu sendiri—tapi jangan seret orang lain ke dalamnya. Jangan buat orang tuamu menitikkan air mata di rumah sakit. Jangan biarkan pasanganmu bingung mencari biaya berobat. Jangan buat anak-anakmu tumbuh tanpa kehadiranmu yang sehat. Jangan beri beban pada orang sekelilingmu karena kamu memilih abai menjaga diri.
Pakar kesehatan boleh berbusa-busa memberi nasihat. Tapi semua akan sia-sia jika kamu tak berniat menjaganya. Setidaknya, ambillah nasihat itu untuk dirimu sendiri. Karena hidupmu bukan hanya milikmu.
Ingatlah, hidupmu bukan hanya untukmu saja. Tapi juga untuk orang lain yang kamu cintai.
Kang Islah | Jaga Diri Baik-baik