=BENAR= Sesuai sebagaimana adanya. Bukankah demikian tak perlu banyak alasan, namun sekarang orang salah terus-terus saja mengajak bermain kata. Sehingga proses dalam menjelaskan kebenaran itu jadi begitu rumit padahal hati kecilnya sudah menerima tapi ia enggan mengakui, inilah kumpulan makhluk sombong yang sebenarnya. Kenapa seringkali proses menunjukkan kesalahan mereka dipersulit, karena diri yang lemah ini enggan belajar lebih banyak, merasa cukup, padahal dangkal cara memandang. Mereka memotong-motong ayat, menyilang-nyilang, menterjemahkan sendiri untuk meyakinkan banyak orang dengan argumennya itulah yang membuat orang-orang pintar kita harus pandai bicara dan sedikit dipersulit untuk mengatakan mereka salah. Mereka yang berargumen sama-sama pintar, yang pertama pintar yang menyampaikan kebenaran, yang kedua pintar yang membenar-benarkan. Tapi hati kita lebih pintar untuk menilai, maka yang benar pasti akan sampai ke hati bukan sekedar logika-logika yang dipaksa-paksakan. Mereka yang pintar membenar-benarkan mudah saja untuk mengetahui kebohongannya. Cara menyampaikan akan terbelit-belit karena kalimat adalah sketsa bukan kebenaran. Disela bicara lebih banyak mengambil jeda, atau disaat diam lebih banyak menundukkan kepala karena tahu jika dirinya bersalah. Sekalipun dia berani mengangkat kepala tegak seolah benar, hati kecilnya sendiri yang akan berteriak tetap saja disaat tertentu kebenaran dalam dirinya akan buat dia tersandung lalu nampaklah kesalahan itu. Akan banyak klarifikasi dari bibirnya untuk mengatakan bahwa "saya adalah, saya adalah, saya adalah" padahal kita tak perlu sejauh itu untuk mengenalkan diri. Pesannya adalah: "Untuk Para lelaki seberapa seringpun engkau patah hati, seberapa banyakpun kau tersakiti. Tapi Jangan pernah coba untuk mencintai lelaki." #tolaklgbt #apalah #cuma #susunan #kata #kangpulsa










