Kalimat Efektif: Kesejajaran, Kefokusan, Kehematan, Kecermatan [Bagian 2]
Di bagian ini, kita akan membahas tentang empat kalimat efektif kesejajaran, kefokusan, kehematan, dan kecermatan.
Kesejajaran
Adalah kalimat efektif yang memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan secara konsisten, yakni kata yang mengacu pada aktivitasnya, misal: kesatuan, kemakmuran, kedamaian, kesejahterahan; pertanian, perikanan, perkebunan, perdamaian; mengerjakan, membawakan, menertawakan.
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Contoh kalimat:
o Kalimat 1
Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah diketahui sebelumnya. (salah)
Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah mengetahui sebelumnya. (benar)
o Kalimat 2
Penulis skripsi harus melakukan langkah – langkah: (salah)
Pertemuan dengan penasihat akademis
Mengajukan topik
Melaporkan kepada ketua jurusan, dan
Bertemu pembimbing.
Penulis skripsi harus melakukan langkah – langkah: (benar)
Menemui penasihat akademis
Mengajukan topik
Melaporkan rencana skripsi kepada ketua jurusan, dan
Menemui pembimbing.
o Kalimat 3
Sebagai pelajar, tugas kita adalah belajar, membaca, dan prestasi (salah)
Sebagai pelajar, tugas kita adalah belajar, berkarya, dan berprestasi (benar)
Kefokusan
Kalimat efektif yang memfokuskan pesan terpenting agar mudah di pahami maksudnya. Jika tidak, makna kalimat akan sulit ditangkap dan menghambat komunikasi.
Contoh kalimat yang tidak efektif:
Sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitas produk hortikultura ini. (tidak efektif)
Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama pemasar produk. (tidak efektif)
Kedua kalimat tidak efektif dikarenakan kata yang berbelit belit menyebabkan maknanya sulit dipahami.Dan ini adalah kalimat yang efektif :
Produk hortikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. (efektif)
Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama pemasar produk. (efektif)
Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Untuk memastikan kehematan kalimat, setiap unsur harus berfungsi dengan baik dan efektif. Unsur yang tidak mendukung atau tidak berkontribusi terhadap makna kalimat harus dihindarkan. Maka dari itu, ada beberapa kriteria yang perlu di perhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
Menghindarkan Subjek ganda.
Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Menggunakan bentuk singkat
Menggunakan bentuk aktif dan bertenaga
Contoh:
Para tamu-tamu datang dari Jakarta kemarin (salah).
Para tamu datang dari Jakarta kemarin (benar).
Kecermatan
Kalimat kecermatan adalah kalimat yang ditentukan melalui pemilihan kata yang tepat. Memilih kata yang akan digunakan dipilih bukan hanya karena kalimat itu enak didengar atau terdengar merdu, melainkan daya ekspresinya yang pasti.
Banyak kata-kata yang hampir sama maknanya. Bahkan, sering dianggap kata-kata tersebut bersinonim, sebagai contoh:
Manusia ialah makhluk yang berakal budi. (salah, tidak cermat)
Kata ialah harus diikuti sinonim, bukan definisi formal. Jika menggunakan ialah kalimat itu kata manusia disertai sinonim.
Manusia adalah makhluk yang berakal budi. (benar, cermat)
Manusia ialah orang. (benar, cermat)
Selain itu, kecermatan kalimat menyangkut ketepatan bentuk kata pemakaian kata berimbuhan, dan tanda baca.
Karena sudah diketahui sebelumnya, mahasiswa itu dapat menjawab tes dengan mudah. (salah)
Karena sudah mengetahui sebelumnya, mahasiswa itu dapat menjawab tes dengan mudah. (benar)









