== Hanya Karena Engkau ==
Setiap kali melihat kurma, madu, dan minyak zaitun aku tak bisa menahan diri untuk mengenang engkau. Karena memang kisah pengenalanku pada mereka melibatkanmu sebagai alasan, sekaligus penguat.
Aku bukan si alim yang sedari lahir menyukai hal-hal seperti ini. Dulu, bagiku ketiga item ini adalah hal yang tak disukai.
Kurma? Seingatku aku pernah mengiranya kumpulan kotoran hidung. Rasanya lengket dan tidak manis seperti dodol. Tidak membuat selera.
Madu? Yakz. Dulu mamah biasa beli madu manis, bapak biasa beli madu pahit. Dua-duanya udah pernah masuk ke lidahku tapi tertolak. Bukan makanan favorit yang selalu dirindu. Rasanya aneh, lengket dan kadang keterlaluan (terlalu pahit atau terlalu manis).
Minyak Zaitun? Hehe yang ini paling ekstrem. Rasanya kalau nggak urgent banget paling maleess minum ini. Ada sensasi panas di ujung lidah tiap minum. Rasanya aneh dan malahan kadang nggak nyaman ketelen di tenggorokan.
Tapi semua berubah sejak aku mengenal engkau.
Betapa banyak hal-hal yang Allah izinkan untuk engkau rubah dalam hidupku. Salah satu contohnya, ketiga item ini. Sejak aku tahu, ketiganya adalah kesukaanmu, aku abai pada rasa jijik, rasa tidak nyaman maupun muntah yang pernah dirasa karena latihan pembiasaan. Dalam pikiranku, jika benar ini adalah kesukaanmu maka akupun harus belajar menyukainya.
Sampai hari ini aku masih belajar, benar-benar masih belajar untuk menjalankan apapun yang engkau anjurkan dan engkau sukai. Masih belajar untuk meletakkan dirimu di atas diriku. Masih belajar untuk mendahulukan anjuranmu (walau berat dan perih) di atas kesenangan pribadiku.
Semata dilakukan tanpa perencanaan. Tanpa pernah tahu, bahwa apa yang tidak kusukai ternyata bisa sekejap berubah hanya karena satu orang. Hanya karena perintahNya untuk memuliakan engkau.
Baikbaik di sana. Aku sungguh berharap sekali engkau melihatku sesekali, menengokku beberapa kali, dan memanjatkan doa agar aku bisa bertemu dan bersamamu…
Sebab aku rindu. Dan tak pernah tahu harus bagaimana.










