Review sebuah momen di Ansatsu Kyoushitsu eps 13 S2
Kemaren baru selesai nonton Anime Ansatsu Kyoushitsu (Assasination Classroom, by Yūsei Matsui) Season 2 episode 13.
Setelah tau masa lalunya Asano Gakuho itu saya jadi terpikirkan.
Metode belajar yang Asano Gakuho itu udah bener, dan berujung sukses selama dijalani tiga tahun.
Pokoknya sukses.
Lalu kenapa muridnya ini, Ikeda bunuh diri?
Wajar kalau pak Asano ini merasa frustasi dan mencari tau letak kesalahannya.
Di situ saya dapet ilham.
Yang kurang dari metode sukses pengajaran pak Asano memang kekuatan.
Kekuatan hati.
Ikeda ini terlahir sebagai anak nakal, berkat pengajaran pak Asano ini anak jadi baik. Sampe dipalak señor aja dia sabar.
Lalu apa yang salah?
Jelas dari Ikeda itu sendiri. Selama bimbel Ikeda gak dapetin pelajaran tentang hati. Gimana cara mengisi kekosongan hati, manajemen hati, mengendalikan hati. Dan ini yang kurang dari metode sukses pak Asano.
Ikeda yang dasarnya anak nakal, jelas sulit untuk bertahan agar tetap menjadi anak baik. Pasti dia depresi dan frustasi. Karena pada dasarnya dia anak nakal, wajar kalo gak kuat menghadapi tekanan dari kekejaman seniornya.
Seandainya Ikeda ini bisa mengontrol hati, dia gak akan bunuh diri.
Pelajaran tentang hati ini tentunya cuma bisa diserap lewat hati itu sendiri.
Dan Itu adalah agama. Rukh. Kepercayaan.
Manusia pada dasarnya lemah. Tapi kalo mereka punya hati kuat, maka mereka akan tetap bertahan sampai akhir.
Ikeda ini gak punya tempat mengadu. Gak ada tempat berkeluh kesah. Hatinya kosong ditambah tingkat depresi yang kian naik setiap harinya.
Jika manusia merasa punya Allah di hatinya, tentu itu akan jadi kekuatannya bertahan. Dia akan memercayakan semuanya kepada Pemilik Hati,mengembalikan segalanya kepada Yang Maha Pemilik Segalanya.
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". QS. ar-Raad ayat 28
Kenapa orang hebat berakhir bunuh diri? Contoh; Alan Turing (ilmuwan Inggris yang amat cakap di bidang matematika, logika dan kriptografer. Sering dianggap sebagai bapak ilmu komputer modern), Wallace Hume Carothers (kimiawan Amerika yang namanya dikait-kaitkan dengan penemuan nylon), Edwin Armstrong (penemu radio FM) dan beberapa tokoh dunia lainnya yang berakhir mengenaskan. (source: http://www.beritaunik.net/unik-aneh/10-ilmuwan-dunia-yang-mati-bunuh-diri-penyebabnya.html)
Kenapa mereka bunuh diri?
Karena hati mereka kosong. Mereka gak menanamkan kekuatan dan kepercayaan spiritual di dalam hatinya.
Kasus Ikeda pun persis seperti itu adanya. Terlalu pekat mengalami tekanan batin dan tidak memiliki tempat kembali.
Jadi percuma kita sempurna, hebat, punya banyak gelar, kalo kita gak mengisi hati kita dengan kepercayaan kepada Allah, Sang Penguasa Hati.
Rasanya kosong, kering, tandus, gersang.
Hidup pun jadi gak tenang.
Itulah kenapa Ikeda memutuskan untuk bunuh diri, karena dia merasa mati bisa menyelesaikan segala penderitaannya.
Dan orang yang tertutup hatinya gak akan sadar kalo apa yang dia lakuin itu malah ngebebani banyak orang.
Maka penting bagi guru (kita semua guru, kita semua pelajar, kita selalu belajar) menanamkan kepercayaan dan kekuatan spiritual dalam diri murid/orang lain. Agar mereka bisa kuat, mampu bertahan, dan bersabar.
Kekuatan yang sesungguhnya itu berasal dari hati... bukan dari tinju maupun otot. Dan orang yang paling kuat adalah orang yang paling bisa mengendalikan dan menguasai hatinya.
“Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah.”[HR. Bukhari dan Muslim]