Apa jadinya kalau manusia suka membandingkan derita hidupnya, ada seorang sahabat berkata dengan egonya "kamu itu dari kecil sudah hidup enak, tahu apa kamu soal penderitaan, yang kamu alami itu belum seberapa dibandingkan apa yang aku alami", mendengar sahabat berkata seperti itu terasa sedikit menyakitkan dan juga mencerahkan, bagiku sebenarnya itu bisa menjadi salahsatu pertanda, kalau aku selama ini kurang mensyukuri apa yang sudah atau pernah aku miliki, memang benar dibandingkan dengan kisah hidupnya, yang aku alami ini tidak ada apa-apanya, namun hati kecil dan ego ku pun ingin berkata bahwa manusia dengan skenario tragedi kehidupannya masing-masing punya dampak psikologis sesuai kapasitasnya, aku belum tentu sanggup diposisinya begitu pun dia belum tentu sanggup diposisiku, apa buktinya? Buktinya saya dan sahabat masih bisa waras dan membahas Tuhan disaat dunia ini sedang tidak berpihak.
Jangan salah paham, aku tidak membencinya, justru aku sangat beruntung memiliki sahabat yang seperti itu, sifat blak-blakan nya lah yang selama ini selalu membuka hati dan merubah caraku berpikir, begitu pun sebaliknya.