5 Perkara sebelum 5 Perkara
Dulu, familiar sekali sebuah hadist yang aku dengar di sekolah, sekaligus terngiang karena dibuat dalam sebuah lagu. Isinya "Ingat lima perkara, sebelum 5 perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati".
Sebenarnya isi hadits ini menggambarkan 10 keadaaan yang kemungkinan besar pasti manusia rasakan dalam kehidupannya. Pasti ada fase sehatnya, ada sakitnya, ada mudanya, ada tuanya, ada harta terasa kurang, harta terasa cukup. Indah sekali bisa mengemas 60 tahun hidup manusia dalam 10 keadaan ini.
Saat ini, aku menyadari bahwa sedang berada dalam 5 kondisi paling paripurna. Aku hidup, muda, sehat, harta cukup, dan nikmat paling langka adalah waktu lapang.
Doa yang selalu aku ulang beberapa waktu ini,
Ya Allah, jadikan aku Hamba yang bersyukur, bukan hamba yang kufur.
Begitu takutnya aku akan terlena dengan nikmat sebanyak ini. Kalau kata gen Z sekarang, bukan cuma seporsi kemenangan, tapi sepanci wkwk.
Dan, dari buku yang pernah aku baca, cara paling tepat untuk bersyukur adalah melakukan amal baik dengan nikmat yang ada. Jadi, memanfaatkan nikmat-nikmat itu menjadi sebuah amal kebaikan, bukan hanya untuk diriku namun juga untuk orang lain.
Jadi, mari kita maksimalkan amal baik kita, kita niatkan ini sebagai bagian dari bersyukur, sebagai bukti bahwa kita bukan hamba yang kufur. Bismillah,...
Yogyakarta, 22 Juli 2026













