Menepilah sejenak, mungkin ada yang terlalu menggebu hingga tak sadar telah terseret poros lintasan dan terluka.
Heninglah sejenak, ada kalanya logika dan hati terlalu berisik hingga tak tau mana yang ditelisik.
Muhasabahlah sejenak, mungkin ada tumpukan salah yang singgah dan meluas hingga sulit menyemai ikhlas.
~Faa, 25 Maret













