Selain pisau... apa saja yang pernah melukaimu...?
Kertas dan plastik juga pernah melukaiku
Apalagi ucapan dia dan mereka, yang berbondong-bondong sahut bersahutan dilemparkan kepadaku, sakitnya masih terasa, yang aku harapkan semoga anakku tak lagi mengingat kejadian dan ucapan-ucapan itu.... bisa-bisanya mereka terus-terusan menghujat tanpa henti, bukannya menghargai aku yang sudah menempuh perjalannan jauh-jauh dengan membonceng anak yang masih kecil.
aku tak faham, apakah sebegitu menyenangkannya meremehkan orang, membanding-bandingkan, menjadikan seseorang sebagai bahan ghibahan saat berkumpul
entahlah, jika ingatan ini kamu anggap dendam, yang jelas aku tak ada niatan membalas, meski sampai ubun-ubun terasa mendidih, aku tetap diam, hanya menjawab sekali lalu pergi...
Lalu, apakah salah jika aku menjauhkan diri, menghindari berkumpul dengan mereka lagi...
Bahkan rasa takut itu kerap kali muncul, takut serasa trauma, seperti terasa di bully oleh keluarga ipar sendiri...
Memang, ipar adalah maut , maut yang bisa membunuh mental








