“Pak Pendeta, mengapa Bapak selalu berkhotbah dengan gaya khotbah pengajaran?”, tanya seorang pemuda kepada saya. Ya, saya senang berkhotbah dengan gaya khotbah pengajaran. Karena melalui gaya berkhotbah seperti ini kita bisa belajar Firman Tuhan sehingga kita dapat memahaminya. “Tapi Pak, khotbah pengajaran itu berat untuk diterima. Mengapa tidak khotbah yang gampang-gampang saja?”, lanjut pemuda tersebut bertanya kembali. Khotbah itu bertujuan untuk membuat Jemaat mengerti Firman Tuhan agar Firman Tuhan dapat dipraktekkan di dalam kehidupan sehari-hari. Karena tidak mungkin seseorang bisa mempraktekkan sesuatu dengan baik apabila dia tidak memahaminya. Demikian juga dengan Firman Tuhan, harus dipahami terlebih dahulu baru kemudian bisa dipraktekkan dengan baik. “Oke Pak, terima kasih!”, jawab pemuda itu dengan wajah berseri tanda ia sudah memahami maksud saya. Mari kita belajar Firman Tuhan agar kita bisa memahaminya sehingga kita bisa mempraktekkannya dengan baik! Kita akan semakin berkarakter Kristus apabila semakin banyak kita mengeri Firman Tuhan. Maka itu, mari belajar Firman senantiasa dengan lapar dan haus akan kebenaran! ☻ #PastorsQuote #LocalChurchPastor (at Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron) https://www.instagram.com/p/CPfhVqjhO3L/?utm_medium=tumblr