Menyesal? wajar.
Tapi alangkah baiknya jadikan pelajaran supaya tidak jatuh lagi pada kesalahan yang sama.
Sebab rasa menyesal itu adalah fitrah yang Allah titipkan kepada manusia agar mendorong kita memperbaiki diri.

seen from United States
seen from China
seen from India
seen from China
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Japan
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
Menyesal? wajar.
Tapi alangkah baiknya jadikan pelajaran supaya tidak jatuh lagi pada kesalahan yang sama.
Sebab rasa menyesal itu adalah fitrah yang Allah titipkan kepada manusia agar mendorong kita memperbaiki diri.
Teman Lama
Taman lamaku datang lagi, membawa wajah sembab yang dingin. Ia memeluk begitu erat, hingga aku berkarat di dalam ingatan sendiri.
Teman lamaku masih di sini, menemani meski tak pernah kuundang. Serupa penyakit yang pelan namun pasti, menyusup ke dalam tiap napas yang ingin tenang.
Kadang aku menguburnya hidup-hidup, di bawah tumpukan tawa dan senyum palsu. Namun ia selalu berteriak dari bawah tanah, menyeruak, menjadikan segalanya kelabu dan bisu.
Rupanya, ia tak ingin dilupakan, ia hanya ingin dilihat, sekali saja, dengan mata yang jujur, tanpa rasa takut, tanpa upaya menyingkirkan.
kenapa kalau udah nyaman sama seorang, harus banget oversharing? apalagi ketika mengobrol saat malam tiba.
aku yang dulunya sudah berprinsip untuk menutup rapat dokumen ingatan yang menyakitkan itu, namun ketika ditanya kembali tentang masa itu, prinsipku hancur. seketika mulut terbuka bersama emosi yang masih kian mendekap. mereka keluar tanpa keraguan.
namun ketika pagi tiba, malu menghampiri seolah bertanya "apa yang sudah kamu lakukan? mengapa melakukan seperti itu lagi pada orang yg berbeda?" aku tidak berharap ia mengerti, aku hanya ingin mengungkapkan saja.
Saya percaya kalo cara berpikir kita pasti mempengaruhi segala hal.
⠀
Kalo pikiran kita negatif, udah jelek duluan, maka hasilnya juga pasti gak akan baik. Gak cuma itu aja, otomatis kehidupan sekeliling kita pun juga akan jadinya mengikuti.
⠀
Tapi sebaliknya, kalo berpikiran yang baik, berpikir secara positif, ujung-ujungnya pasti jadi ikutan baik.
⠀
Begitu juga halnya dalam melewati tantangan kehidupan.
⠀
Memang sulit, apalagi kalo harus dipaksa untuk berpikir bijak, untuk berpikir positif, padahal masalahnya sendiri aja udah sangat pelik. Ibarat kata sepertinya udah gak ada jalan keluarnya.
⠀
Disinilah dibutuhkan ketenangan, kedewasaan, butuh kebijaksanaan dalam merespon setiap masalah yang terjadi.
⠀
Paksa untuk atur pikiran kita.
Berpikir yang baik-baik. Apa yang perlu dibenahi, apa yang bisa dilakukan.
⠀
Jalan keluar pasti selalu ada, tinggal kitanya sendiri mau membenahi diri atau gak.
⠀
Memang gak akan mudah, tapi latih pikiran kita dengan tenang, fokus dengan apa yang bisa dilakukan saat ini.
⠀
Pikiran kita ada dikendali kita.
⠀
Semangat ya.
Pasti bisa.
Yakin.
𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘕𝘢𝘮𝘢
Kita berjalan di antara senja dan fajar,
Berbincang dalam diam yang tak pernah pudar.
Setiap kata melintas tanpa tuntutan,
Setiap tawa bergema tanpa ikatan.
Kita saling mencari, tapi tak ingin menemukan,
Karena hati masih tertinggal di masa silam.
Ada bayang yang belum rela dilepaskan,
Ada rindu yang masih terikat diam-diam.
Mungkin kita bukan tujuan, hanya persinggahan,
Dua jiwa yang bertemu dalam kebingungan.
Tapi di antara pesan yang tak pernah absen,
Aku bertanya, sampai kapan kita bertahan?
Masa lalu
Awalnya ku pikir menjelajahi negeri akan membawaku sembuh dari patah hati. Setidaknya aku amnesia tentang mu saat terbangun di pagi hari. Selain kebersamaan kita yang menorehkan luka. Kebersamaan kita pernah dihiasi canda tawa
Panas terik yang membakar tak mampu membuat kenangan masa lalu itu menjadi abu. Hujan badai yang menerpa tak membuat luka itu sembuh
Kau tahu? Langit yang berwarna kelabu itu adalah jelmaan kebersamaan kita yang dibakar ragu. Tapi aku percaya pelangi setelah hujan reda itu sebentar lagi nyata didepan mata. Salam ya untuk seseorang yang sekarang membersamai langkah
Bekasi;040223
119.
Aku iri kepadanya. Acapkali kau ceritakan kebaikan-kebaikannya di hadapanku dengan wajah berseri-seri.
Gaya bicaramu menampakkan jika ia masihlah bagian terbaik dari cerita hidupmu. Intonasi suara menjelaskan bahwa bagimu tiada yang bisa menggantikan sosok sebaik dia untuk menjadi teman seperjalanan.
Aku menjadi pesimis. Melihat bagaimana ia begitu kau puja meski waktu telah lama bergulir. Jatuh-bangun sudah aku membuktikan diri, tetap dirinya yang kau puji. Aku pernah ingin menunggu sampai kau menyadari bahwa kau sedang hidup di masa kini, namun tidak jadi.
Aku bukan menyerah, hanya tahu diri sebab memperjuangkan dengan sangat keras seseorang yang (masih) belum selesai dengan kisah terdahulunya sama dengan bunuh diri.
Jadi, lebih baik melarikan diri demi kebaikan diri sendiri.
Langit Biru, 16.45 | 04 Februari 2023.
Harinya masih pagi tapi pikirannya udah sampai kemalam hari. Hari ini belum berakhir tapi pikirannya udah menjangkau esok hari.
Beberapa waktu yang dihabiskan untuk menikmati momen didetik yang sama. Atau melayang jauh memikirkan kedepannya?
Tetapi ada yang lebih parah lagi. Terus terjebak pada pemikiran yang masa lalu. Benar masa lalu sebagai pembelajaran. Tetapi bukan sebagai pembenaran pada apa yang terjadi hari ini.