Kita Dikelilingi Oleh Kematian
Pagi tadi, ketika sedang berada diatas kendaraan, seperti biasa saya harus melewati lampu lalu lintas yang mengarah ke tujuan saya. Lampu merah. Kendaraan yang saya tumpangi harus berhenti sejenak karena saat itu bukan giiran kami untuk melaju maju maupun berbelok kearah kanan.
Mata saya menatap ke sebelah kanan, bagian bawah. Tepat diatas aspal. Ada seekor makhluk Tuhan yang kecil. Berwarna hitam dan seperti dikelilingi oleh bulu yang berwarna agak kekuningan. Pikiran saya mengatakan bahwa itu adalah ulat bulu. Mirip sekali.
Ulat tersebut tampak sedang mengarah ke bagian kanan jalan dari arah saya melihatnya. Menuju trotoar atau mungkin rerumputan yang tumbuh disebelahnya. Dalam bahasa yang saya pahami, ulat tersebut sedang menyeberangi jalan. Entah ia tahu apa yang sedang dilakukannya atau tidak, saya mana tahu hal itu.
Yang jelas, ia tampak sedang melakukan penyeberangan.
Kendaraan dari arah lain yang tidak terhenti oleh lampu merah tentu juga banyak yang menuju jalur jalan sebelah dimana saya menunggu lampu hijau. Berdesak-desakan oleh lalu lintas pagi.
Hal tak terduga terjadi di depan mata saya.
Salah satu mobil yang menggunakan jalur tersebut menabrak ulat tersebut. Atau lebih tepatnya melindasnya. Mati.
Kendaraan dibelakangnya pun melakukan hal yang sama, tidak semuanya, namun beberapa mobil selanjutnya juga melindas ulat tersebut yang sebenarnya telah mati pada lindasan pertama.
Ulat yang tadinya tampak agak sedikit tebal, terlihat hampir rata dengan aspal. Hanya menyisakan warna hitam dan kekuningan seperti warna awalnya. Dalam kondisi demikian, bagi yang tidak tahu bagaimana kejadiannya, ia mungkin tidak akan pernah menyangka bahwa itu awalnya adalah seekor ulat.
Saya tidak tahu apakah pengendara lainnya memperhatikan hal ini, namun saya menjadi saksi atas kejadian tersebut. Mengenaskan.
Disaat kita melakukan sesuatu, ada begitu banyak kejadian yang mengelilingi kita. Dan kebanyakan tidak kita sadari. Sama seperti para pengendara mobil tadi, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak sesederhana mengendalikan laju kendaraan dan mengoperasikan kemudi.
Ada ulat yang tanpa sengaja telah dilindasnya. Bagaimana dengan sekumpulan semut kecil yang mungkin juga kita lewati, hewan-hewan kecil yang mungkin terbunuh oleh asap kendaraan? Ah, saya sudah terlalu ngelantur kemana-mana.
Namun seperti itulah kehidupan. Disadari atau tidak, kita dikelilingi oleh kematian makhluk hidup.
Disaaat ulat tersebut terlindas, didetik dan pagi cerah yang sama mungkin saja ada seekor anjing yang dilempar oleh seseorang, ada paus besar yang sedang diburu untuk dimakan, ada burung yang tertembak sayapnya dan masih banyak lagi. Belum termasuk kematian yang dialami oleh manusia yang tidak pernah kita kenal.
Begitu banyak kejadian yang terjadi hanya dalam hitungan detik yang mengingatkan saya bahwa kematian bisa terjadi pada siapa dan apa saja jika telah datang waktunya.
Selamat datang di blog Chave-Key.