moyadong {female western rosella}
there is a pandemonium of parrots on the farm right now
#phm#ryland grace#rocky the eridian#project hail mary spoilers





seen from Malaysia

seen from Argentina

seen from United States
seen from Spain
seen from France
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from China

seen from Russia

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from Italy
seen from Yemen
seen from Türkiye
seen from China
seen from United States
seen from Czechia
moyadong {female western rosella}
there is a pandemonium of parrots on the farm right now
Jujurlah;
kadang bukan kopinya yang dibutuhin, tapi alasan untuk bisa duduk tenang sepagi ini walau gak ngapa-ngapain..
Angkot dan Kemenangan yang Tak Terlihat
Di dalam angkot, kita duduk berhimpitan tanpa saling mengenal. Tak pernah tahu, di bangku sebelah mungkin ada hati yang sedang runtuh perlahan.
Sebab tak semua beban tampak di wajah. Sebagian bersembunyi di tatapan kosong, pada tas yang dipeluk erat di pangkuan, atau napas panjang yang ditahan pelan.
Ada yang kalah hari ini, ada yang gentar menyambut esok pagi. Ada yang ingin pulang selekas mungkin, karena baginya, hanya rumah yang tak menghakimi.
Roda angkot berputar melewati gang dan simpang, mengangkut nasib yang tak sempat diceritakan. Tak semua turun dalam keadaan menang, tak semua sampai dengan hati yang pulih dan tenang.
Lalu aku mafhum, bagi sebagian orang, hari ini saja sudah berat. Maka sampai di rumah dengan utuh kadang merupakan kemenangan yang tak terlihat.
MANENG (Mari Merenung) - Bagianmu, mana?
Ketika dalam kondisi jatuh dan terpuruk -sebut saja terkena musibah, seseorang sering menyemangatiku dan berkata bahwa 'musibah' itu ada untuk membuatku menjadi lebih kuat. Dan aku dengan sombongnya juga selalu mengatakan bahwa 'kekuatan itu tidak penting, aku tidak butuh itu! Yang kubutuhkan adalah hidup bahagia!'
Perjalanan kembali membawa banyak pelajaran hingga akhirnya aku sampai pada muara kesadaran bahwa aku lupa diri sejatiku, dimana keterpurukan itu hanyalah sebuah jalan cerita dari peran yang sedang aku jalani. Menangis saat jatuh dan terpuruk hanyalah bagian dari adegannya.
Mungkin, aku lupa berbagi cerita pada pemeran lainnya. Aku terlalu malas untuk menceritakan drama-Nya yang diberikan padaku dan terlalu sibuk 'menonton' drama yang diberikan pada orang lain. Di tambah, terlalu asyik menikmati 'kulit luar' sampai lupa dengan 'isi'nya. Padahal, drama yang aku perankan itu juga seru. Ceritanya amat menarik dengan isi yang terbaik! Tentu saja, itu karena penciptanya adalah Sang Maha Sempurna, sehingga Dia hanya membuat cerita yang sempurna saja.
Kalau direnungi, kekuatan yang Tuhan salurkan lewat peran itu, mungkin saja berguna untuk orang lain dalam menjalankan peran dariNya, kan? Itulah kenapa 'kekuatan' itu terasa tidak berguna ketika aku memeluknya sendirian. Terlalu besar! Terlalu kuat! Aku perlu membaginya pada orang lain -orang banyak.
Jadi, kalau kamu merasakan hal yang sama, mungkin satu hal yang perlu kamu lakukan adalah membagikan kekuatan itu pada orang lain. Menceritakan pelajaran yang bisa kamu ambil dari peranmu. Menyalurkan isi yang kamu dapat dari ceritamu. Ah, bukankah itu juga bagian dari peran manusia?
- Sastrasa
Minggu/ 4 Desember 2022
yuk, segera daftar dan gabung langsung bersama kami karna ada banyak promo menarik dan bonus yang besar, seperti 50K + 25!
WAHANA138 situs online terpercaya yang menyajikan game gacor untuk kalian semua para member setia. Link Alternatif bisa jackpot besar.
dan ternyata
dan ternyata manusia hanyalah makhluk yang menginginkan logikanya terwujud. seterjal apapun jalannya.
dan ternyata manusia hanyalah makhluk yang menginginkan kemenangan. meski harus ada yang dijatuhkan dengan tidak adil.
dan ternyata manusia hanyalah makhluk yang menginginkan hidup yang selalu tampak harum. meski ternyata hidup dengan kaki berlumur lumpur.
kasihan. lagi-lagi dikecewakan manusia. salahku berharap pada manusia.
Bahagia sewajarnya... Bersedih sewajarnya.
Karena takkan terpaut engkau dalam satu kondisi yang sama. Sebab Allah akan menggulirnya diantara hamba-hamba-Nya.
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Dunia tidaklah selalu nikmat, mewah, lezat, bahagia, dan menang. Hal ini tidaklah selalu, Allah akan menggulirkannya diantara hamba hamba-Nya."
Syarh Qawaid al-Arba', hal. 1