Skripsi dan Nilai Spiritualitasnya
Kalau ada jalan yang sulit untuk lulus kuliah kenapa cari jalan yang mudah, Saya hanya melewati jalan yang tidak semua orang mau melewatinya, Keinginan untuk lulus tepat waktu itu sudah terlalu mainstream wkwkwk
Mungkin demikian kalimat guyon yang sering saya ungkapkan tatkala mendapatkan pertanyaan "kuliah kok belum lulus-lulus?, kamu selama jadi mahasiswa ngapain aja?, kamu jarang bimbingan ya? kamu pasti pacaran terus? kamu ada masalah apa sama bagian akademik? udah sampe bab berapa? dan lain sebagainya".
Mereka kira saya ini kuliah untuk ngawur-ngawur apa 😂 pada awalnya juga saya memiliki perasaan takut manakala menyandang status sebagai mahasiswa kadaluwarsa, bahkan tidak ada kepikiran sama sekali berada di posisi semenyudutkan ini, mengingati teman prodi satu angkatan 95% sudah pada lulus bahkan sebagian besar juga sudah bekerja karena angkatan saya jumlahnya terbilang paling sedikit dibandingkan angkatan sebelum-sebelumnya.
Saya ada pada 5% yang masih menjadi beban dosen pembimbing karena belum kelar-kelar skripsinya, masih menjadi beban keluarga dengan biaya tagihan kuliah setiap semester, belum lagi biaya kos-kosan untuk mahasiswa rantau seperti saya.
Melalui masa-masa sulit dengan beban pikiran yang masih berkecamuk dalam diri, dengan berbagai problematika yang ada rasanya apakah saya bisa melewati semua ini sendiri? karena teman-teman saya satu persatupun telah pergi, hari demi hari bagai hilang kendali rasanya ingin bunuh diri tapi ngakak juga nanti jikalau masuk berita surat kabar dengan headline "Seorang mahasiswa ditemukan mati konyol akibat overdosis cairan pembasmi serangga diketahui karena skripsi yang tak kunjung kelar".
Setiap manusia punya jalan hidupnya masing-masing, tentang sebuah proses dan bertumbuh serta keberhasilan didalamnya, begitupun dengan cerita mahasiswa yang memiliki latar permasalahan berbeda di setiap proses dan bertumbuhnya sebelum masa berhasilnya.
Tidak semua proses akademik diperkuliahan selalu berjalan mulus dan sesuai rencana, termasuk saya dengan teman saya yang bernama SKRIPSI, saya harus mengulang judul karena pada penelitaian saya sebelumnya mengalami kendala besar yang mengaruskan saya untuk berhenti dari penelitan tersebut, mencoba mencari-cari referensi judul baru dengan segala nestapa yang ada apalagi teman-teman kala itu mulus-mulus saja penelitaiannya. OKE mencoba tetap tegar meski duri menjebak perih. hehe
Pada realitanya ternyata bangkit dari musibah yang menerpa lumayan sulit juga ya, alhasil butuh sesuatu yang bisa menyembuhkan mental dan berusaha mencari kedamaian dalam jiwa wkwk,,, berbulan bulan healing mencari obat dari luka yang pada akhirnya telah saya temukan
Semua obat luka bagi jasmani dan rohani ada pada Tuhan, sejauh kamu pergi membawa permasalahan yang ada dengan prinsip keduniawian hanya akan membuatmu semakin terpuruk oleh keadaan, manusia juga butuh bersemedi introspeksi diri, apa yang salah dari dalam diri, apa yang hendak diperbaiki, permasalahan apa yang menyelimuti, Hadirkanlah dalam puncak persemedian bersama Tuhan didalamnya manusia akan merasakan kedamaian jiwa ketenangan batin yang manusia tidak akan pernah bisa dapatkan dengan mindset duniawi. semua berjalan tenang terarah mengalir bagai air sungai mengikuti arah arusnya begitu dengan manusia mengikuti arah arus yang diberikan Tuhannya.
Dalam proses melewati ujian ini sering terbesit dalam pikiran, mungkin Tuhan menjadikanmu tertinggal dari yang lainnya agar kau tahui beberapa hal alasan Tuhan, bisa jadi karakter baru akan terbentuk setelah kamu melewati proses penempaan ini, dulu kamu mungkin tidak sabaran dengan segala hal, kamu mudah untuk memandang sebelah mata orang lain akan proses dia yang tidak secepat kita, kamu selalu kesulitan untuk berjuang sendirian, kamu selalu bertanya-tanya apakah aku bisa melewatinya?, kamu selalu memiliki rasa takut, kamu karakter orang yang sulit untuk ikhlas dan legowo menerima ketentuan Tuhan, kamu sulit berkomunikasi dengan Tuhan karena kesibukan duniawimu, dan lain sebagainya. Bisa jadi dengan tertundanya kelulusan kuliahmu akibat kendala yang kamu hadapi saat ini merupakan wujud cinta Tuhan kepadamu yang masih memberikanmu kesempatan untuk merubah beberapa karaktermu yang buruk dimasa lalu menjadi manusia yang lebih baik dimasa sekarang. Tanpa disadari Tuhan memberimu cara berkomunikasi yang secara intim dengan penuh kekhusuan yang sebelumnya mungkin kamu belum temukan.
Kitapun tak pernah tahu rahasia kehidupan dimasa mendatang, bisa jadi keterlambatan kita saat ini sebagai upaya Tuhan menyelamatkan, bisa jadi saat ini kita mengalami kesulitan untuk lulus kuliah namun dimudahkan dalam mencari pekerjaan dan diberikan kehidupan yang mapan.
Ingatilah selalu bahwa Tuhan menciptakanmu untuk beribadah kepadaNya untuk itu jangan melulu memprioritaskan dunia dan jangan pernah mengkhawatirkan apa yang telah Tuhan tetapkan bagi hidupmu, manusia akan selalu membutuhkan Tuhannya dan jangan kamu merasa sombong dengan tidak meminta kemudahan-kemudahan yang Tuhan berikan termasuk meminta kemudahan agar skripsi kita segera lekas selesai, aamiin.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Az Zariyat: 56-58).
''Katakanlah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu nilainya kecil. Nilai akhirat jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.'' (An Nisa: 77).
''Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.'' (Al-Qashash: 77).
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“. (HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani).
Khawatir terhadap sesuatu yang telah Tuhan tetapkan juga sebagai wujud kita menghina Tuhan, saya teringat kata-kata mbah Sudjiwo Tedjo yang sering saya dengar ketika beliau diwawacara
Menghina Tuhan itu ngga harus nginjek-nginjek Al'Quran, Ngga harus nginjek-nginjek Injil, Ngga harus main-mainin nama nabinya, Tapi besok kita khawatir ngga bisa makan, Besok kita khawatir ngga punya jodoh, Besok kita khawatir skripsi ngga selesai, Itu sudah menghina Tuhan, Artinya kita ngga pernah percaya bahwa semuanya sudah diatur rezeki, Berapa banyak sebetulnya orang yang tidak meludahi masjid, Yang tidak meludahi gereja, Tapi khawatir akan hidupnya (Kutipan wawancara Soedjiwo Tedjo dengan KompasTV).
Apapun yang terjadi sekarang dalam hidup, tiadalah yang sia-sia, Tuhan berikan selalu tersirat makna. Cari saja alasan tuhan memberimu rasa sulit atau rasa mudah dalam hidup. Tuhan itu romantis kapanpun manusia butuh untuk mengadu selalu on 24 jam.
Tapi juga self reminder untuk tetap semangat mengerjakan skripsi apapun kendalanya, intinya selalu ada kemudahan disetiap kesulitan, selalu ada jalan keluar bagi permasalahan yang ada, Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuan.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al Baqarah: 286).
Akan ada ujung dari cerita sebagai mahasiswa alias maha "sisa" yang tak lagi menjadi "sisa" tapi menjadi pribadi yang lebih baik dihadapan Tuhan dan manusia setelah ujian perskripsian menerpa, ambil hikmah dari ujian yang ada.
Berusaha mengakhiri apa yang telah kita mulai kawan, semangat untuk para maha"sisa" yang sebentar lagi tidak lagi menyandang gelar itu, dan mari untuk selalu mengingati bagaimana pengorbanan kedua orang tua untuk anak-anaknya, semoga bersama kita bisa bahagiakan mereka, dan menjadi pribadi yang bisa berguna bagi keluarga dan orang-orang disekeliling kita, aamiin.
~ Sebuah cerita (latepost) saya kirim yang mewarnai perjalanan 2021/2022 dan puji syukur disidang juga saya akhirnya 😢😭. Saya hanya bercerita ngawur saja dengan tujuan semoga bisa menghibur kegelisahan teman-teman yang masih berjuang bahwa kita tidak sendirian, karena selalu ada kebaikan yang datang dari Tuhan~.