Kedamaian tak akan ada tanpa perang, mungkin menyinggung sedikit pemikiran realisme Hans J. Morgenthau. Sedikit didalami dari segi filosofis, saya mengartikan bahwa perang ini bukan hanya tentang mengangkat senjata, atau konflik antar individu, melainkan perang melawan diri sendiri, diri kita terkadang diuasai oleh rasa nafsu yang mendalam.
Untuk mencapai kedamaian, kita harus berperang melawan apapun yang menghalau. Dalam diri ini, banyak sekali peperangan yang terjadi. Perang melawan malas, perang melawan kebuntuan, perang melawan khilaf, perang melawan segala sesuatu yang instan. Hal tersebut lah yang terkadang membunuh diri kita untuk berkembang, dan mencapai “kedamaian” yang ada menurut kita masing-masing.
Sejatinya kita sedang berperang. Kedamaian kita rasa apabila mengatasi hal hal tersebut. Sehingga apa yang kita rasakan sudah dirasa cukup. Terkadang begitulah sebagian orang menganggap “damai” tersebut.
Terkadang bila kita berada dipuncak kita mengiginkan langit. Itu tidak salah, karena manusia terkadang tidak pernah puas.
Namun tetaplah kita mencari damai, hanya saja pandangan tiap orang berbeda.