Mungkin efek sakit. Hormon. Stres. Kondisi. Situasi. Keadaan. Entah apa. Rasanya, hampa. Hambar. Dingin. Kosong. Sedih. Aku selalu kalah sama itu. Selalu. Aku gak dibutuhkan. Gak penting. Gak perlu. Aku siapa?
- Sastrasa
seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from T1

seen from Australia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Yemen
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Japan
Mungkin efek sakit. Hormon. Stres. Kondisi. Situasi. Keadaan. Entah apa. Rasanya, hampa. Hambar. Dingin. Kosong. Sedih. Aku selalu kalah sama itu. Selalu. Aku gak dibutuhkan. Gak penting. Gak perlu. Aku siapa?
- Sastrasa
Sekedar mencari yg lain ku sangat mampu. Tapi untuk menggantimu sungguh hati ini sangat menolak kehadiran yg lain.
Alam itu bergerak maju menuju keseimbangan. Termasuk kamu yang merupakan bagian dari alam ini. Kamu punya hak berbicara. Tapi, kamu tidak punya hak untuk membungkam orang lain karena hak bicaramu. Hakmu ada, tapi, hak bicara itu tidak cuma milikmu. Orang lainpun demikian.
Kamu ada hak, tapi, hakmu juga dibatasi hak oranglain. Imbang cah..
Kolektif Menginspirasi
Nalorbo Modnar #4
Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. (al-hadist)
Sebelum menulis ini, saya banyak merenung, lebih tepatnya males sih. Merenung dan mikir tentang flow hidup saya yang akhir-akhir ini kok saya rasa cenderung ngene-ngene ae gitu. Kadang saya iseng bertanya-tanya ‘sebenarnya tujuan saya itu apa’, atau ‘sebenernya keinginan saya itu apa’.Kalau saya berangkat dari dua hal ini, muaranya pasti gak jauh dari menjadi orang yang berguna (standard kan?) dan juga bisa menginspirasi buat orang lain.
Tapi saya sekarang sadar kalau sebenenarnya menginspirasi itu bukan timbul karena keinginan kita untuk bisa menginspirasi. Tapi justru timbul dari respon orang lain terhadap apa yang kita kerjakan. Yang bisa kita lakukan sebenarnya cukup melakukan sesuatu, entah itu berkarya atau yang lainnya, dengan niat baik, jujur, ikhlas dan sepenuh hati. Masalah nanti ternyata menginspirasi atau enggak, biar orang lain yang menentukan. Jangan ruwet karepe dewe.
Masalahnya, sekarang semakin kesini malah semakin banyak kaum-kaum yang muncul karena cuma pingin nunjukin kalo dia itu bisa menginspirasi orang lain, pingin nunjukin bahwa hal-hal yang dilakukannya itu baik dan patut dicontoh atau ditiru oleh orang lain. Saya gak menyalahkan yang kayak gini sih. Tapi kalo saya sendiri, kok takutnya malah jadi gak ikhlas gitu waktu ngerjain sesuatu. Takutnya malah fakir apresiasi. Kan malah bahaya. Nanti yang didapatkan malah bukan apresiasi, justru malah cibiran sana-sini. Tipikal #netijenyangtidaksiap lah, yang hobinya meramaikan kolom komen seakan-akan postingan panutannya itu hal yang paling penting di dunia ini.
Ah, tapi niat dalam hati setiap orang kan gak ada yang tau kecuali Tuhan dan dirinya sendiri. Eh, dirinya sendiri gak termasuk. Wong sekarang banyak yang sama dirinya sendiri aja bohong, kok.
Balik ke topik.
Kalo kata mas Erix di DOES yang saya lupa episode berapa, “sekarang itu sudah jamannya DIT (Do It Together), bukan lagi DIY (Do It Yourself)”. Saya setuju sih dengan kalimat mase itu. Soalnya apa ya, pernah denger kan kalimat bijak yang bilang kalo,
“If you wanna go fast, go alone. If you wanna go far, go together.”
Nah ya kayak gitu, kalo kamu mau berproses lebih cepat, bisa mengerjakan apapun sebebas apapun sesuai dengan apa yang kamu mau, kamu bisa memilih berlari sendiri. Tapi sekarang ada hal yang lebih asik dari sekedar sendiri, yaitu kolaborasi.
Kenapa kolaborasi?
Simpel sih. Menurut saya, dengan kolaborasi kita bisa membuka segala kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya gak bisa kita lakukan sewaktu menjalaninya sendirian. Kita bisa mendapatkan ruang lingkup yang lebih besar daripada sebelumnya, karena masing-masing punya latar belakang yang berbeda meskipun fokusnya sama. Pasarnya bisa lebih besar, yang berarti persebaran karya/apapun yang kita lakukan bisa lebih jauh. Dalam artian, banyak sudut pandang yang bisa kita dapatkan melalui sebuah kolaborasi. Hasil akhir dari kolaborasi itu pun bisa jauh lebih waksi daripada ketika kita kerjakan sendirian. Bahkan juga dalam prosesnya kita bisa saling menginspirasi satu sama lain. Yang pada akhirnya akan memberikan sebuah semangat dan ide-ide baru bagi diri kita sendiri.
Hal baik jika dilakukan bersama-sama pasti akan memberikan dampak yang lebih besar daripada kita lakukan sendiri. Sudah banyak yang membuktikan hal ini. Seperti yang dilakukan salah satu platform pengumpulan dana untuk saling membantu satu sama lain, akhirnya menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Atau beberapa proyek kolaborasi antar seniman yang menghasilkan banyak karya-karya yang diluar nalar. Kolaborasi antar penulis yang akhirnya membuat sebuah buku atau tulisan yang lebih waksi dari tulisan-tulisan sebelumnya. Banyak banget contoh kolaborasi yang sukses, bukan hanya bagi kolaboratornya tapi juga sukses menginspirasi orang lain.
Jadi, akhirnya saya punya alasan lagi biar flow hidup saya gak ngene-ngene ae, kayaknya sekarang waktunya saya membuka pintu kolaborasi. Ada rencana kolaborasi yang bisa kita kerjakan? Ada yang mau? Atau kalian sudah ada rencana kolaborasi sama siapa aja nih sekarang?
Kuy budalkan!
Being cool together is the new cool. Karena sekarang bukan lagi jamannya jalan sendiri, tapi sudah waktunya saling kolektif berkolaborasi.
Malang, 17062017 @dimazfakhr
7th Jan : Sepatu Impian?
Tema hari ini agak..... aneh. Ehm, maap ya Fal, tapi siapa sih yang pernah mikirn tentang.... sepatu impian? Hahaha.
Baiklah, jadi, tema hari ini, tentang : Gimana sepatu impianmu?
Sebenernya buat saya sih sepatu itu yang penting nyaman. Ngga pernah loh saya ngebayangin sepatu impian itu macem apa, hahaha.
Mungkin nih ya, Sepatu impian itu sepatu yang bisa melindungi kaos kaki dari basah-basah pas hujan, dipakenya ngga licin, pas sama kaki, nyaman, awet, ngga cepet kotor, ngga bau dan lembab...... dan kalo bisa match sama banyak baju tapi tetep trendy gitu. Oh iya, harganya terjangkau kantong mahasiswa akhir bulan. hahaha.
Muluk-muluk? Iya lah! Mana ada sepatu kayak gitu.
Hmm satu lagi, sepatunya harus sepasang. Penting tuh.
ps : dibuat setelah literally seharian duduk ngendon depan laptop ngerjain laporan. Mumet, asli! >_<
Kau tau? Hanya karena aku takut rasaku semakin bertumbuh liar padamu, aku mencaricari alasan untuk menghindari mu. Pengecut bukan?
buh
lha kok malih ngene bentuke rek 😥 #crochet #tshirtyarn #raggedbag #mbuh (at Polsek Kelapa Dua) https://www.instagram.com/p/CBe78U6lZ8O/?igshid=phd3ve8g76za