Di setiap perjalananku hampir tidak pernah aku lewatkan tanpa kereta, sejak 2016 silam, pertama kalinya menimba ilmu jauh dari rumah, Bintaro.
Hampir saja aku tertinggal kereta api yang akan mengantarkanku ke tempat singgahku, yang entahlah tiap kali aku ditanya "sampai kapan Ndaa kamu disana?", aku tidak pernah bisa menjawab pertanyaan itu dengan kuantitas hitungan pasti, alih-alih menjawab, aku minta didoakan agar semoga aku segera dipermudah untuk pulang, "mutasi kemana saja yang penting aku bisa pulang, agar bisa lebih dekat dengan rumah, tuk bisa temani Ibuk" fokusku saat ini.
Perlahan ingatanku terbawa pada masa dimana aku masih diberikan kemudahan untuk pulang, Maha Mudah Jakarta dengan segala moda transportasinya yang memfasilitasiku untuk bisa ke Madiun. Aku diajarkan keahlian PJKA oleh Pak Andi, Pulang Jumat Kembali Ahad. Dimulai dengan melakukan perencanaan yang sangat matang, tanggal pulang, tanggal kembali, pembelian tiket kereta H-90 hari tanggal berangkat&kembali, dan yang sangat seru adalah 5 menit sebelum pukul 17.00 WIB aku sudah diajak Beliau untuk mengantre absen sidik jari di mesin absen yang ada di basement. Agar lebih cepat, lebih mudah tanpa perlu nunggu lagi turun naik lift, intinya untuk memangkas waktu agar dapat mengejar kereta yang kita naiki ke Jawa Timur karena kebetulan kereta kita sama, hanya saja aku turun duluan di Madiun.
Ahad, aku benar-benar baru kembali ke Jakarta Ahad. Naik kereta yang akan tiba di Jakarta hari Senin pagi-pagi buta. Meskipun dengan konsekuensi aku harus siap mandi di kantor dan menahan kantuk karena sedikit kelelahan setelah melewati perjalanan yang panjang. Memang betul, kebahagiaan menebus rindu yang sudah tak terbendung rasanya membuat sangat bahagia tiada tara. Beruntunglah teman-teman yang masih tinggal dekat dengan keluarga, agak jauh tapi masih bisa dijangkau, pulanglah.
Oh iya, terimakasih juga untuk Mas Miko dan Pak Andi, atas bantuan-bantuannya telah mengenalkanku pada aliran baru, PJKA.
Sempatkanlah tuk pulang, selagi masih diberi kesempatan dalam kemudahan untuk merajut jarak untuk pulang.
Bukankah membahagiakan ketika melihat senyum orang-orang terkasih yang telah menunggu kepulanganmu?
Tidak semua rasa dapat diungkapkan melalui kata,
Tapi yang aku tahu, perkara rindu hanya dapat dibayar kontan dengan pertemuan.
Terakhir, aku tidak pernah lelah selalu meminta didoakan agar segera dipermudah akses transportasiku untuk pulang, aku rindu menjadi pemuja aliran PJKA seperti dulu:")
Semoga tidak pernah bosan yaah tuk mendengarkan dan mengabulkan permintaanku tuk didoakan.💖
salam,
nda.















