Bagaimana kalau Kita Mundur?
Mundur tak selalu tentang menyerah, berhenti tak selalu tentang kalah.
Pada satu keadaan kita butuh mundur beberapa langkah, mengevaluasi apa yang telah terlewati dan berbicara pada diri sendiri sejauh apa kerelaan hati. Jangan sampai perjalanan panjang dan sudah terlampau jauh hanya menyisakan raga yang lelah dan hati yang patah.
Mundur tak selalu tentang menyerah, berhenti tak selalu tentang kalah.
Selain berevaluasi, kita juga perlu mundur guna memperbaharui niat, mana tahu penuhnya sudah terkikis banyak sandungan, lurusnya sudah terkelok oleh keduniawian. Karena niat bukan hanya yang kita ikrarkan di awal, tapi yang kita bawa hingga akhir.
Kita (mungkin) perlu mundur, melihat yang sudah terjadi, mengapresiasi diri atas kesanggupan sejauh ini.
Tak apa mundur sedikit, kan nanti kita yang memutuskan, hendak mundur selangkah atau sedepa, akan berhenti sejenak atau selamanya.
Izzah Abdr
8 November 2020












