Berikut fakta-fakta Maria Ozawa yang dirangkum berbagai sumber: . 1. Keturunan Kanada. . Biodata Miyabi lahir di Hokkaido, Jepang pada 8 Januari 1989. Ia memiliki darah #Jepang dari sang Ibu dan Kanada dari sang ayah. . 2.Sahabat Nikita Mirzani. . Maria Ozawa bersahabat dengan aktris Indonesia, #NikitaMirzani. Bahkan, ia pernah melakukan double date bersama kekasih masing-masing. . 3.Main Film Indonesia. . Wanita yang terkenal sebagai #modeldewasa ini pernah bermain film Indonesia berjudul '#MunculikMiyabi'. Dalam film itu, ia beradu akting dengan #KevinJulio hingga #NickyTirta. . 4.Diusir Orang Tua. . Maria Ozawa mengaku diusir keluar dari rumah oleh orang tuanya. Hal itu lantaran, Miyabi yang membawa pulang 20 video yang dibintangi dan menunjukkan itu ke orang tuanya. . 5.Mundur dari Model Dewasa. . Kini Maria Ozawa telah mundur sebagai model dewasa. Keputusannya itu dilakukan karena ingin memilii hubungan serius dengan pria yag dicintainya lalu menikah. . 6.Ogah ke Indonesia. . Miyabi sempat terlibat masalah dengan pihak imigrasi ketika berkunjung ke Bali. Ia pun memutuskan untuk tidak datang ke Indonesia lagi. . 7.Pintar Masak. . Dilihat dari laman Instagramnya, Maria Ozawa termasuk orang yang pandai memasak. Bahkan ia hobi makan masakannya sendiri. . Sumber : hot.detik.com #mariamiyabiozawa #miyabi #faktamiyabi #faktamariaozawa #miyabibiodata #mariaozawa #artisjepang #miyabimariaozawa #artis #selebriti #tahu_nggak https://www.instagram.com/p/B04mwfXg4kz/?igshid=16h636fax9snm
Apakah saya sudah setua itu jika tak mengetahui bahwa di antara kontribusi remaja kekinian bagi budaya pop, ada yang menciptakan terminologi "tampang jones"? Sebagai seorang jomblo ngenes, Noval mengakui ia memiliki tampang ini, dan karena yang memerankannya adalah Kevin Julio, kita harus ikhlas saat ia harus menjelek-jelekkan wajah, gestur dan gaya bicaranya agar terlihat mengenaskan di sepertiga awal film Jomblo Ngenes.
Saya tak bisa membayangkan betapa menderitanya menyaksikan Kevin Julio berakting idiot selama hampir 2 jam. Namun syukurlah, pihak-pihak yang terlibat dalam produksi tampaknya juga menyadari bahwa hal tersebut akan menjadi siksaan bagi penonton dan tak butuh waktu lama bagi film ini untuk berubah menjadi komedi-romantis yang masih bisa ditolerir.
Saya berasumsi maksud tampang jones dari Noval ini secara naratif bukanlah demi tujuan komedi (karena, sungguh, bukannya lucu, ini malah membuat saya greget ingin menggampar Noval), melainkan agar Astika (Jessica Mila) bisa mendandaninya sebagai seorang manusia normal for once. Yang menjadi keterkejutan saya adalah bagaimana perilaku Noval bisa berubah seketika menjadi manusia normal saat dipakaikan baju yang modis, rambutnya dipotong dan kacamatanya diganti soft lenses. Itu, atau Astika memang adalah mantan pengajar di Sekolah Kepribadian yang saking ahlinya bisa merubah orang dalam sekejap.
Jomblo Ngenes adalah jenis film goofy rom-com yang plotnya bergerak dari satu poin ke poin lain nyaris tanpa logika. Film ini predictable dan unpredictable di saat bersamaan. Predictable karena ia menggunakan formula dari romcom generik dan unpredictable karena pembuat filmnya tak tahu kapan harus berhenti. Ada titik dimana saya merasa filmnya akan selesai, dan ternyata baru berjalan separuh durasi.
Setup-nya sendiri punya absurditas standar FTV. Mengambil tempat di Bali, Noval yang motornya tiba-tiba mogok, melihat Astika yang hendak bunuh diri dengan terjun ke jurang. Setelah diselamatkan, Noval membawa Astika yang pingsan ke sebuah hotel. Dan nope, Noval tak melakukan apa-apa lagi dan langsung pulang ke rumah.
Karena ponsel yang tertukar, Astika kemudian mengontak Noval. Jika anda pikir pertemuan pertama mereka janggal, yang ini lebih aneh lagi: entah kenapa dan bagaimana Noval ikhlas saja menjadi kacung Astika. Ia rela disuruh-suruh dan tak melawan saat ditampar berkali-kali. Mungkinkah ini yang namanya takdir? Saat satu insan dominatrix dan satu insan submissive bertemu di momen yang tepat? Terserahlah, tapi dinamika ini dimanfaatkan sebagai lelucon berulang yang cukup mengena.
Tak butuh waktu lama bagi Astika untuk merubah Noval menjadi cowok yang lumayan gaul. Mereka sering hangout bareng (dalam konteks majikan-kacung, tentu saja). Keduanya pastilah salah satu pengangguran paling makmur yang pernah saya lihat. Apa pekerjaan mereka tak jelas, tapi aktivitas mereka setiap hari adalah nongkrong di hotel mewah, ikut wisata air atau sekedar tiduran pakai kasur di pantai.
Meski sering disiksa, Noval tak bisa menjauh dari Astika. Sebagai cowok, saya tahu alasannya: Jessica Mila... maksud saya, Astika terlalu manis dan seksi untuk ditinggalkan. Ketika Noval sudah siap naik kelas untuk jadi lebih dari sekedar kacung, sumber bencana yang membuat Astika frustasi muncul kembali.
Dengan perkembangan cerita dan karakterisasi yang sangat basic dan komikal, saya yakin sasaran filmnya adalah remaja prapubertas yang menganggap jodoh adalah segalanya dan jomblo adalah aib. Persaingan perebutan cinta yang nantinya akan terjadi, tak dijadikan rumit karena rivalnya Noval jelas-jelas diposisikan sebagai antagonis.
Anda perlu tahu bahwa film ini mencoba menyisipkan sedikit drama serius melalui latar belakang Astika yang diceritakan berasal dari keluarga broken-home yang mungkin membuatnya menjadi liar. Bagian ini sama sekali tidak berhasil. Pertama, naskah tak pernah menyentilnya lagi kemudian dan kedua karena akting dramatis Jessica yang begitu kaku (khususnya di adegan sedih), hingga membuat kita suudzon kalau dia tengah berparodi ria.
Apa yang lumayan saya nikmati disini adalah bagaimana setiap komedinya dipenuhi dengan energi. Film ini mencoba melemparkan sebanyak mungkin lelucon (beberapa diantaranya dari komika) dan berharap ada yang kena pada penonton. Musik bernada riang bermain tanpa henti di latar belakang. Ada adegan plesetan yang digarap dengan serius. Beberapa kali, karakternya juga menembus fourth wall, seolah self-aware bahwa filmnya sendiri gaje. Sebagian besar komedinya jayus, namun Kevin Julio dengan penuh komitmen menghantarkannya seabsurd apapun itu, termasuk beberapa adegan memalukan (berdandan seperti wanita, misalnya). Dengan pengecualian sepertiga bagian awal yang akan membuat anda meringis, karena ia pulalah Jomblo Ngenes ini bisa mencapai targetnya menjadi film komedi-romantis yang cukup lucu, meski memang kelasnya masih rendah.
Cant be closer with Kevin Julio and Vikri Rasta. To much people😂😂 #JombloNgenesGoestoCampus #umi #Jomblongenesfilm #kevinjulio #vikrirasta (at Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar)