Learn to Obey
Khotbah Minggu di GBIS Alfa Omega
Pdt. Bambang Budiono
Minggu, 13 April 2025
Tidak mudah untuk taat. Namun, Yesus adalah teladan yang sempurna dalam ketaatan. Yesus berhasil taat. Hal ini dicatat dalam Alkitab, yaitu di Filipi 2:8.
Filipi 2:8 [PBTB2] Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Taat artinya bersedia untuk diatur. Ketaatan merupakan ekspresi dari iman atau sikap percaya. Karena itu, ketaatan merupakan hal yang sangat penting dalam kekristenan.
Ketaatan Yesus bukan karena Dia Anak Allah sebab ketika datang ke dalam dunia, Dia benar-benar menjadi manusia.
Yesus dibangkitkan karena Dia taat. Kebangkitan Yesus terjadi bukan karena kemauan Dia sendiri, melainkan karena Dia taat.
Ibrani 5:7 [PBTB2] Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan air mata kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Ketaatan Yesus bukan sesuatu yang melekat dalam diri-Nya sejak lahir. Sebab Dia sama dengan manusia. Dia lahir dari rahim manusia. Dia makan dan minum layaknya manusia. Dia bahkan juga bisa mati seperti halnya manusia. Ia sama dalam segala hal dengan manusia.
Yesus bisa saja berbuat dosa, tetapi Ia memilih untuk tidak berbuat dosa.
Ibrani 4:15 [PBTB2] Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa.
Ketaatan Yesus bukan pemberian atau karunia dari Bapa melainkan karena Dia selalu untuk BELAJAR taat. Artinya Yesus perlu aktif untuk bisa taat di seumur hidup-Nya. Dia TEKUN untuk belajar taat.
Ibrani 5:8 [PBTB2] Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya.
Ada beberapa tantangan untuk taat, yaitu penderitaan, dijahati, dan terpojok.
Rahasia Yesus Bisa Taat
1. Fokus pada kehendak Bapa
Yohanes 4:34 [PBTB2] Kata Yesus kepada mereka, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Untuk mengerti kehendak Bapa, maka kita harus punya waktu untuk berdoa [berkomunikasi] dengan Bapa.
2. Dia sadar kedatangan-Nya adalah sebagai hamba, bukan tuan
Filipi 2:7 [PBTB2] melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Matius 20:28 [PBTB2] sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Menjadi hamba itu susah, karena harus berkorban. Bisa perasaan, tenaga, waktu, uang, dan lain sebagainya.
3. Dia mengasihi Bapa-Nya di Sorga
Yohanes 14:31 [PBTB2] tetapi dunia harus tahu bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. Bangunlah, marilah kita pergi dari sini."















