seen from China

seen from United Kingdom
seen from Canada

seen from T1

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from T1

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
I’m obsessed with the Toyota Kijang.
Honda CBR vs Kijang di Toba, Dua Mahasiswa Meninggal Dunia
Toba, kedannews.co.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sepeda motor Honda CBR dan mobil Toyota Kijang di Desa Situa-tua, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua penumpang sepeda motor yang diketahui merupakan mahasiswa, yakni Khairuman Pasaribu (21) dan Fariz Makhruf (18), meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasi Humas…
First generation Toyota Kijang, a low-cost commercial vehicle produced for Indonesia 🇮🇩 in 1970. The name "Kijang" means deer or muntjac in Indonesian. Was also sold in Brunei 🇧🇳 Designed as a basic utility vehicle (BUV) designed to allow for various body types to be fitted to the chassis to meet customer requirements including governmental sectors.
Early models featured a 1.2-liter 3K engine, later upgraded to a 1.3-liter 4K engine, and then a 1.5-liter 5K engine. These were typically paired with a 4-speed manual transmission.
It was also known as the Toyota Tamaraw in the Philippines and the Toyota Zace in Taiwan. https://www.curbsideclassic.com/curbside-classics-asian/automotive-history-toyota-kijang-brand-evolution/
Trivia:- The Kijang has been sold under different names in various countries, including the Unser (Malaysia), Zace (Taiwan), Qualis/Innova (India, Philippines), and Condor/Stallion (South Africa)
Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya November 2024
Travel.biz.id – Jadwal Lengkap Kapal Pelni KM Bukit Raya November 2024 + Harga Tiket Kapal Pelni Bukit Raya Kapal Pelni Bukit Raya, Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya November 2024 Ini Mempunyai Rute Perjalanan Belinyu, Kijang, Letung, Midai, Natuna, Pontianak, Sampit, Serasan, Surabaya, Tarempa, dan Jakarta, Apakah Anda bermaksud pergi ke pulau atau tempat tempat tersebut? Semoga Jadwal Kapal…
Satwa di TNBB Diduga Ditembak Mati Pemburu, Polisi Kejar Pelaku
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG - Belasan ekor satwa (hewan) di kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng diduga ditembak mati lantaran ditemukan bekas lubang peluru ditubuhnya, pada Sabtu (14/10/2023). Kini pelaku penembakan hewan ini masih kejar polisi. Saat dikonfirmasi, Minggu (15/10/2023), Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika membenarkan adanya peristiwa penembakan hewan tersebut. Dimana sebanyak 15 hewan yang terdiri dari 11 ekor kijang, 3 ekor babi hutan dan 1 ekor rusa ditemukan sudah dalam keadaan mati. Lebih lanjut, AKP Darma menyebut jika kasus ini sudah dilaporkan oleh tiga orang petugas TNBB yakni I Wayan Suanegara, I Wayan Widiasa, dan Febby Rieuwpassa. Dimana kala itu petugas telah melakukan patroli rutin di kawasan hutan dan sekitar pukul 21.00 WITA petugas sudah menutup pintu masuk. "Kasus ini ditangani Unit IV Sat Reskrim Polres Buleleng. Saat ini masih dalam penyelidikan," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. Ketiga petugas TNBB tersebut lantas beristirahat di dekat pintu masuk daerah Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Namun sekitar pukul 01.43 dini hari petugas TNBB dibangunkan dengan adanya mobil Toyota Kijang dengan plat DK 1532 WB yang berhenti di depan pintu masuk. Melihat hal tersebut, petugas TNBB curiga dan mendekati mobil tersebut dengan maksud untuk melakukan pengecekan. Namun mobil itu langsung melaju mundur dengan kecepatan tinggi, sontak petugas TNBB langsung melakukan pengejaran. Setibanya di dalam hutan petugas TNBB hanya mendapati mobil yang ditinggalkan pelaku, setelah di periksa didalam mobil tersebut ditemukan belasan ekor satwa dalam keadaan mati dengan bekas lubang peluru ditubuhnya. Mendapati hal tersebut, petugas TNBB berusaha mencari pelaku pemburuan liar yang diduga berjumlah dua orang tersebut, namun setelah lama mencari pelaku tidak ditemukan. Sehingga petugas mengamankan barang bukti dan melaporkan kejadian ini ke Polres Buleleng. "Barang bukti sudah kami terima. Saat ini pelaku pada kasus tersebut masih dalam penyelidikan kami," pungkas AKP Darma.(dar/bpn) Read the full article