Kepoin Xendit, Cara Bayar Belanja di Marketplace KIP
Masih tentang Konferensi Ibu Pembaharu nih. Ada yang bikin daku kepo berat, yaitu tentang marketplace alias tempat belanjanya acara 1 dekade Ibu Profesional. Buat member Ibu Profesional, belanja di KIPMA alias Koperasi Ibu Profesional Mandiri mungkin sudah enggak asing, ya. Sebab sejauh ini masih dilakukan secara manual. Kita tinggal menghubungi PIC alias person in charge atau mengisi borang pemesanan di Google Form.
Kudengar, mbak Laksemi Bania Siregar alias mbak Ami, direktur KIPMA saat ini, ingin berjuang mewujudkan mimpinya membawa KIPMA menjadi pusat perbelanjaan yang tak kalah dari e-commerce tanah air. Tentunya untuk bisa memberikan pelayanan dan pengalaman belanja yang optimal kepada ribuan pelanggan, KIPMA akan butuh bantuan teknologi yang lebih canggih dong, ya. Aku jadi penasaran, apakah Xendit yang akan digandeng sebagai teknologi pembayarannya?
Apa sih Xendit?
Tak disangka tak dinyana, ternyata Xendit sangatlah populer. Bahkan payment gateway alias gerbang pembayaran yang fokus operasinya di Indonesia dan Filipina ini digunakan oleh banyak perusahaan besar. Enggak usah disebutin ya, haha. Di antaranya ada e-commerce dan penyedia tiket transportasi yang populer kita gunakan.
Secara sederhana, Xendit akan membantu lalu lintas transaksi keuangan antara penjual dan pembeli. Sebagai pemilik akun, kita bisa mengirimkan serta menerima pembayaran dengan mudah dari dan ke berbagai bentuk saldo digital.
Misalnya nih, kita hanya punya akun bank X. Sementara calon pembeli kita punyanya bank Y. Ada sih calon pembeli lain yang punya bank X juga, tapi saldonya sedikit. Lebih banyak uang siap transfer dari dompet digital Z. Calon pembeli lain hanya punya uang tunai. Tak masalah, kita bisa menerima pembayaran dari ketiganya tanpa harus ribet. Pemilik uang tunai pun bisa melakukan pembayaran melalui gerai minimarket terdekat yang terhubung dengan sistem Xendit.
Xendit punya izin resmi dari Bank Indonesia sejak 14 November 2019. Dengan izin ini, segala transaksi dapat diproses menggunakan QRIS alias Quick Response Code Indonesian Standard. Dibandingkan transfer langsung dari bank atau dompet digital lain, pembayaran dengan QRIS ini berpotensi lebih menguntungkan terutama untuk penjual.
Bisa dibayar pakai apa saja?
Beberapa partner sistem pembayaran yang dipilih oleh panitia Konferensi Ibu Pembaharu ini tercantum di situsnya, antara lain:
Virtual Accounts / transfer bank: BCA, BNI, BRI, Mandiri, Permata Bank, BSI, Bank Sampoerna, CIMB Niaga
Kartu: Visa, Mastercard, JCB, American Express
Retail / over-the-counter: Alfamart, Alfamidi, Alfaexpress, Indomaret, Dandan, Lawson
Dompet digital: OVO, Dana, LinkAja, ShopeePay
QRIS
Debit langsung: BRI, BCAklikpay, Oneklik
Paylater / kredit: Akulaku, Kredivo
Beda metode pembayaran, beda juga biaya transaksinya. Untuk QRIS biayanya sebesar 0,7% dari total transaksi. Kalau nominal transaksi Rp100.000,00, artinya biaya yang harus dibayarkan ke Xendit adalah 700 rupiah. Terjangkau banget kan?
Di luar biaya untuk transaksi yang berhasil diproses, pengguna tidak akan dikenakan biaya apa-apa lagi.
Canggih dan kekinian!
Wah, canggih dan kekinian banget kan teknologi yang dipakai oleh member Ibu Profesional ini? Enggak heran setelah melampaui 1 dekade Ibu Profesional, komunitas ini punya mimpi untuk berkontribusi lebih banyak untuk Indonesia.
Sayangnya aku tidak benar-benar men-check out belanjaanku di marketplace Konferensi Ibu Pembaharu. Jadinya, aku tidak tahu persisnya seperti apa opsi-opsi yang tersedia saat akan membayar. Akan tetapi, jangan kecewa dulu. Aku sudah menemukan tulisan temanku yang berbagi soal pengalamannya berbelanja di marketplace Konferensi Ibu Pembaharu. Benar-benar semudah itu lo, cara membayarnya. Status pesanannya langsung ter-update pula!
Penasaran banget sih, akankah Koperasi Ibu Profesional Mandiri segera menyusul jadi e-commerce favorit kita semua? Produk udah tambah banyak yang berkualitas nih, cara pembayaran juga udah up-to-date. Kita nantikan saja :D














