Cita-cita Yang ditertawakan Orang
Bagian terbaik dalam hidupku dan ingin aku melaksanakannya adalah aku mampu merasakan penderitaan,belas-kasihan,dan memberi arti cinta yang setulus-tulusnya.
AjadSPK Bandung,November 2018

seen from United States
seen from China

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from China

seen from Colombia
seen from China

seen from United States
seen from United States
Cita-cita Yang ditertawakan Orang
Bagian terbaik dalam hidupku dan ingin aku melaksanakannya adalah aku mampu merasakan penderitaan,belas-kasihan,dan memberi arti cinta yang setulus-tulusnya.
AjadSPK Bandung,November 2018
Oleh:AjadSPK
Peregerakan adalah bagian dari suatu kehidupan.Tutur kata dan bahasa bagian dari suatu kehdiupan.Namun,yang paling kusukai dan kucintai adalah bagian kehdiupan dimana bersetia terhadap hati jeli dan akal pikiran yang diadilkan.
Oleh:AjadSPK
Ketidaktahuan bukan hakikakt ketidaktahuan yang semata-mata harus menjadi bahan akar eksistensi manusia dalam kehidupan secara utuh.Ketidaktahuan adakalanya meski dimiliki bagi setiap pribadi.Ketidaktahuan meski tidak terbatas,dan setia ditunggu bagian-bagiannya pada harfiah cakrawala yang segara akan kita analisa.
Nasehati Kami Hay Api...
Oleh:AjadSPK
Api Tolong Berikan Kami Nasehat
Aku ingin menyampaikan pesan dan kesan hakikat sang api dalam kehidupan
Api memberi pesan dan kesan yang teramat fundamentalis secara harfiah
Api tidak pernah memberikan kekecewaan yang menyebalkan
Api selalu membakar apayang ahrus dibakar
Api selalu memanaskan apayang harus dipanaskan
Api telah mandiri dan sangat dinamis
Api tidak memiliki isyarat yang berlebeihan dalam membuktikan esnsinya
Api selalu jujur dan taat akan kehidupan
Api tidak pernah mengecewakan manusia yang sedang membutuhkan kehangatan dikala manusia berkenalan dengan alam yang sebenarnya
Api sangat begitu taat terhadap nilai yang luhurnya sebagai api
Api memiliki nasib dan api lega dalam menemui takdir sebagai media
Api tidak pernah berbohong
Api tidak pernah memberikan makna hidup yang dapat diterminologikan oleh suatu narasi dan hasilnya hanya utopis dan utopis
Manusia harus belajar arti nilai hakikat daripada jatidiri dan mandiri dari api
Api telah sempurna dan setia terhadap objek cintanya dan menjadikannya sangat mapan
Kayu menjadi kekasih yang simbolis bagi api dan mereka bercumbu begitu tulus dan indah
Kebahagiaan mereka melahirkan ketaatan pula akan makna yaitu si”abu”.
Penyesalan Adalah Clausa-Prima dari Praktek Yang Salah Tentang Cinta
Didalam hidup ini sudah pasti suatu penyesalan tiba dikemudian masa.Yang beranak dari suatu sebab akibat.Karena saya adalah manusia dan saya bukan malaikat.
Namun saya akan mensyukuri atas sebab akibat itu karena bagi saya penyesalan adalah abgian persentase terkecil dalam hidup saya.
Saya harus bisa berterimakasih atas semua hal-hal yang mainstream yang kian sudi mampir kedalam perjalanan belum selsai hidup saya.
Karena penyesalan adalah suatu anugerah dan hikmah terbesar dalam bagaimana saya harus hidup.
Kita terkadang terlalu sombong,padahal kita terlalu lemah.
Kita Telah Sukses Dibuat Mabuk Oleh Kata-Kata:Manusia Maya.
Oleh:AjadSPK ————23 November 2018
Pada Era modern seperti dewasa ini bagi kita manusia sangat dibikinnya:begitu mudah dalam menyampaikan sesuatu yang dianggap memiliki esensi kebenaran yang mutlak dari sebuah proses pelebaran media.Sehingga sangat tidak mustahil kita memiliki sifat “shortcut understanding” suatu kajian berupa maya.Dengan sadar tidak sadarnya manusia-manusia modern sangat nampak begitu angkuh terhadap suatu proses apik yang kita namakan suatu analisis dan upaya-upaya mengkaji himpunan data-data yang ada secara ter-maktub sangat tidak jarang pula kita abaikan dewasa ini kawan-kawan.
Dengan demikian kita ini sering meraasa sudah merasa paham dan mjtlak dalam suatu pandangan-pandangan dalam berkehidupan.Dari deretan bahkan juta-jutaan gfenomena baik alamiah maupun Clausa-Prima ulah manusia bersikap.Keharmonisan dewasa ini juga telah terkikis sedikit demi sedikit,dan kata-kata seakan-akan telah tidak memiliki makna yang pas
Kita dewasa ini pula begitu tertawa dan bahagia terus demikian setiap harinya,seakan-akan kita merayakan pesta yang membahagiakan namun ternyata kita hanya terkurung dalam suatu ruangan yang kini meluas dan menjadi wabah dari setiap komponennya dalam bergerak dan bersikap dalam suatu kehidupan yang kian berlangsung ini.Kita telah memiliki fakta yang akurat dalam bukti-bukti perjalanan kita dewasa ini yang berjalan pada suatu proses perjalanan merespon moderniasai dan melestarikan tradisi ataupun budaya-budaya kita yang diwariskan secara apik dengan daya upaya oleh para leluhur kita terdahulu(Nusantara).
Terkadang saya mari mengajak kawan-kawan era milenia untuk kian hari kian menyadari betapa mudahnya kita bertengkar dalam suatu perbedaan baik itu maertial maupun perdebatan-perdebatan yang ternyata itu semua adalah upaya-upaya rezim yang menyeret kita manusia-manuisa Indonesia menuju suatu jurang kebinasaan.Sadar tidak sadar kita telah mengikis kepercayaan diri esensi budaya dan nilai-nilai cinta dan keharmonisan kita dewasa ini.Kita telah jauh berjalan dengan ketidak tahuan yang kita anggap itu adalah suatu pencapaian yang maksimal yang tiada lagi membutuhkan suatu daya upaya dalam membaca dan membiasakan diri kita untuk tidak selalu mendahulukan apayang kita sebut dengan kebenaran semata yang kita miliki masing-masing.
Kebenaran tidak untuk dipertengkarkan.Kebenaran mari kita analogikan adalah sebuah adonan yang amata jitu dalam suatu proses pengolahan makannan yang akan kita suguhkan kepada manusia lain untuk lalu disantapnya dengan lahapa dan lezat.Adonan ini memang tidak selayaknya apabila kita jadikan suatu suguhan kepada manusia-manusia yang akan kita beri hidangan yang kita olah.Namun,hanya cukup dengan adanya citarasa pada pangan olahan yang kita olah saja sudah cukup untuk kita syukuri.Adonan cukup disimpan didalam dapur tidak seharusnya adonan disuguhkan kepada khalayak yang menyantap diruang makan.
Sebagaimana kita seharusnya menjadi kebenaran yang kita anut bukanlah menjadi suatu alasan untuk melunturkan rasa cinta anatara manusia dalam berkehidupan dimuka bumi.Seharusnya kita menjadikan kebenaran-kebenaran kita menjadi suatu media utama dalam memunculkan suatu esensi daripada:kebaikan,keindahan,kebersamaan,keharmnonisan berbangsa,menjada satu sama lain,dan juga seterusnya.Seharusnya kebenaran kita itu kita jadikan suatu media pemersatu anatar manusia.Janganlah kita jadikan kebenaran kita untuk mengkelas-kelaskan manusia lain yang kita anggap tidak benar (setan).Karena sesungguhnya kebenaran tidak untuk dipamer-pamerkan.Kita hanya berhak untuk menjadikannya sebagai suatu media utama pemersatu manusia menuju kebenaran sejati.Karena kebenaran kita didunia teramat objektiv sifatnya dan sangat fluktuatif dan bahkan statis.
Mari jadikanlah kebenaran milik kita ini,menjadi alat atau media dalam berkehidupan dimata Tuhan Esa yang memiliki kebenaran sejati itu tersendiri.Kita hanya perlu berusaha bersama.Kita tidak memiliki hak untuk bebrbeda secara mutlak dalam membenarkan kebenaran yang kita miliki didunia.Berikanlah cara-cara yang mengandung keindahan dan ketulusan rahmatan lil alamin dalam mengaplikasikan kebenaran milik kita ini.Jangan sampai membiarkan manusia lain beranggapan bahwa kebenaran yang kita miliki ini begitu rumit dan sulit difahami manusia lain.
Mari bersama-sama secara manusia dalam proses menuju pemilik kebenaran itu.Jangan kau caci dan maki manusia lain yang kita anggap belum membenarkan kebenaran kita.
Antara Manusia dan Kata-Kata
Oleh:AjadSPK
Sangat betul apabila kita dewasa ini meyakini bahwa kata-kata memiliki superpower(kekuatan) dalam memberikan suatu dogma-dogma yang kemudian mengurai menjadi suatu paradigma pada manusia dalam bersikap dalam kesehari-hariannya selama peradaban manusia berlangsung.
Namun,kali ini saya bisa saja menyatakan:”kata-kata tidak memiliki superpower sama sekali dalam peranan kehidupan manusia,dikala kata-kata tanpa bersandar pada kejujuran hatinurani yang suci dan akal yang disehatkan”.
Semoga kita senantiasa selalu memohon perlindungan atas keribaan dan penyelewengan daripada hakikat esensi kata-kata yang acapkali kita gunakan selama berkehidupan didunia ini.Karena dewasa ini kata-kata pada peradaban manusia berlangsung dewasa ini telah menjadi salah satu media alsan bagaimana goresan tinta sejarah manusia dituliskan dalam setiap kisah-kisah.
Karena bagaimanapun tidak dapat dipungkiri bahwa ada diantara manusia yang tidak bisa berkata-kata(bisu).Namun,tetap saja manusia memiliki indera pendengaran (telinga) yang menjadi media penangkapan frekuensi suara yang kemudian menjadi suatu puzling yang distimulasi lalu menjadi suatu respons yang mengurai sikap-sikap kehidupan manusia.
Merdekalah dan sempurnalah bagi manusia-manusia yang menginsyafi hati nurani dan menyehatkan akal sehat dalam menempuh proses berkehidupan ini.