TERUNTUK TEMAN-TEMANKU DILANTAI ISTIMEWANYA....
Aku sejatinya sangat mencintai kalian dengan rasa kepedulian yang cukup lumayan tinggi
Namun saja sepertinya semuanya hanya semu semata
Tanpa adanya rasa dan asa yang kita rasa
Dan harus kita,harus kita,harus kita
Sadari dan insyafi bahwa semunya akan berlalu
Kenapa begitu kerasnya ego diantara kita
Bukankah kita memiliki satu rasa cinta yang sama?
Aku tetap saja tak mampu mengejewantahkan semu ini
Sadar tidak sadar kita telah jauh dimata,dekat dihati
Apakah benar arsip-arsip tebal itu yang menjadi alasan putusnya rasa-rasa kita?
Atau yang lebih binasanya lagi,kalian lebih mencintai arsip-arsip tebal itu?
Apakah benar posisi kita berbeda diantara mata-mata luasnya elemen sosial
Apakah jangan-jangan kalian berpikir bahwa hidup ini abadi?
Jangan! Sungguh jangan seperti itu
Sudahkah kita mengingat ulang akan femeo ulung bahwa penyesalan diakhir kita?
Apakah jangan-jangan kita lebih senang mendengar kabar-kabar terdahulu yang anti
Hati-hati kalo kita terlena dalam dimensi yang pucat-pasi
Yuk,cari rasa.Dimana ia berada?
Kita adalah bagian yang ada diluar muka fana itu menanti
Sebelum itu mari kita perbaiki rasa kita yang hampir sirna
Aku amat takut kita diakhir
Jangankan biarkan realitas terlalu menyeret dan membabi-buta menyiksa
Akhir kita bukan diRealita fana ini
Setialah pada hati-nurani ini
Hidup diMuka fana ini akan segera lenyap