HMMMMMMMMMMMM

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from Germany

seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from Israel

seen from United States
seen from United States

seen from Austria
seen from Yemen
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Argentina
HMMMMMMMMMMMM
It’s stated on the official Knock-Knock Kickstarter that the game’s art direction was heavily inspired by Don Kenn, they hired an artist just to try and replicate it.
Don Kenn’s Gallery
His ‘Sticky Note Monsters’ are unnerving, and I think they did a good job capturing it while also making it their own. One of my favorite things about Knock Knock is the coloring.
Tadi siang aku berpapasan dengan orang yg tidak kenal kenal banget tiba tiba nyeletuk tanpa improvisasi terlebih dahulu berbasa basi, dia bilang “eh udah umur berapa? Nikah gih” .
Spontan Ku jawab “aduhhh, umur masih 17 ini ngapain buru-buru nikah, lagi situ ngasih pertanyaan langsung ke intinya ya wak, tanyain kabar kek hari ini, langsung nanyain nikah”.
Tanpa basa basi lalu ku tinggalkan dia dilorong kantor, lalu aku kembali ke kantor. Sesaat aku tidak pedulikan pertanyaan yang menyakitkan itu. Ku coba hilangkan rasa sakit itu dengan kembali bekerja. Namun sepulang bekerja , ntah karena energiku habis, tiba-tiba ada chat dari seseorang yang sering chattingan denganku, sampai di satu chatt dia bilang “pantesan bau bangkai” . Iya aku tahu itu hanya candaan untukku , tapi hatiku sakit kala membacanya.
Tiba-tiba perasaan sedih itu muncul, iya perasaan sakit tadi siang yang berusahaku abaikan hadir kedalaman ingatanku.
Sehina itukah jika sampai di usia 31 tahun ini aku belum menikah????? Sekoyak itukah mata kalian melihat aku??? Apakah hidup kalian tersakiti olehku yang masing lajang ini??? Apakah rumah tangga kalian berantakan jika ada yang masih lajang di usia yang mengenaskan sepertiku???
Iya aku tahu hidup kalian sempurna , tapi bisakah kalian menghargai perasaan orang orang sepertiku? Kami tidak minta hidup yang seperti ini, namun cerita takdir bukan kuasaku. Dan aku tak pernah merasa cerita ini menyedihkan untukku, sampai dimana mulut mulut orang yang berumah tangga ini menusuk telingaku. Iya perih sekali mendengarnya.
Berhentilah sok peduli. Bukan tugas mu menanyakan kapan menikah pada seseorang, mau menikah atau bukan, itu bukan urusanmu., bukan kewajibanmu.
Banyak di luar sana orang menikah hanya untuk kebutuhan status saja, itu salah satu faktor orang-orang seperti mu selalu ikut campur.
Semoga ke depannya rantai pertanyaan ini selesai di generasi Z.
Me: Knock! Knock!
You: Who's there?
Me: Hikaw.
You: Hikaw lang sapat na.
Di luar hujan,
Di dalam dingin,
Di hati hampa,
Di pikiran kusut
Sampai dititik ini saja ingin rasanya pergi jauuhh.
Bosan adalah yang sering menghampiri belakangan ini.
Mau marah, tapi pada siapa? Tidak ada hak.
Kondisi saat ini ialaha lagi kusut kusutnya dan ingin beranjak pergi, tak ingin dikenali .
05 Oktober 2020
Kalo dia saja mampu memperlakukan kamu seperti ini, seharusnya kamu juga lebih tegas pada dirimu sendiri untuk memperlakukan dia seperti itu juga. Jika tidak kamu sendiri yang menderita atas harapan yang dipupuk sendiri tanpa ada yang menyiraminya. Kamu kering layu lalu mati.
Mati karena menunggu.
Jangan egois, hiduplah lebih realistis. Jangan jadi pengemis kamu sangat berharga. Waktupun terus berjalan. Jangan sia sia menunggu pada sesuatu yang tidak berjalan kearah mu.
"Untuk diriku, kamu kuat untuk bangkit melanjutkan perjalanan ini"
Untuk Tria kamu kuat kamu berharga kamu mampu. Ayok kita berjalan lagi.
@triamind
Hal sepela yang kadang lupa untuk di sadari semisal mengucapkan balasan dari '' Terimakasih " yakni "sama sama" . Sederhana namun disana letak kesederhanaan-nya bukan? Kalimat yang menjadi dasar bahwa kita juga berterima kasih kembali karena diberi ruang untuk bisa bermanfaat pada sesama.
Mari kita biasakan untuk mengucapkan "sama-sama" setelah ucapan kalimat terimakasih dari seseorang. Mudah kok, barang kali yang sulit adalah egomu.
@triamind
Lagi difase datarr tapi banyak tanggulnya.
Selalu datang hadir menyapa, seakan tidak pernah pergi meninggalkan diri ini.
Yang selalu teringat, yang selalu diharapkan, yang selalu ingin hadir menyapa. Sayangnya tidak pernah menjadi nyata. Sebatas keinginan. Sebatas berharap. Namun cerita takdir itu tak pernah tertulis untukku.
Entahlah h h h h
Ingin sekali mengajak untuk "yodahlah, sudah selesai ini, yuk lupakan", tapi tidak semudah itu furgonzo.
Ada jejak dalam ingatan yang sulit sekali dihapus. Jejak yang meninggalkan pengharapan. Salahnya selalu aku maklumi hadirnya. Ku katakan oke paling juga nanti hilang, namun nyatanya tak juga hilang. Harapan itu dipupuk tinggi tanda disadari.
Payah sekali kamu diri. Selalu saja tersakiti tanpa disadari. Selalu saja menjadi korban atas perbuatan diri sendiri.
Hey diri, punya dosa apa dimasa lalu hingga membuatmu punya takdir seperti ini ?
-flat /@triamind