Ngobrol bersama kawan2ku, Preman2 terminal Cicaheum Bandung. Pulangnya subuh, sampai rumah bukannya tidur, malah bikin lagu ini. Mereka itu manusia yang penuh pesona, kukira. ini dia "RIPOS KOBAM": Anjing! Piket, piket apa. Bilangin aku lagi migrain//Meski semua aku miliki, semuanya tdk berarti, bila aku mencintaimu, engkau malah membenci aku//Kenapa itu bulan ada di selokan?//Semua wanita di dunia, akan kuanggap racun dunia, bila aku mencintaimu, engkau malah membenci aku//Naon seura seuri? (Apa kau ketawa-ketawa?) //Bukit, gunung, lembah dan sungai, semuanya indah percuma, bila aku mencintaimu, engkau malah membenci aku//Demi Allah tah (nih) ! Teu (gak) mabok. Punten, Pak haji, can (belum) sadar yeuh (nih). insya Allah Rebo. Atau Kemis!//Angkot bis kota kukuasai, sopir kernet malu padaku, semuanya tidak berarti, bila engkau membenci aku//"AKU" Karya Khairil Anwar, mencintai kamu//Untuk apa aku berguna, bagi bangsa juga negara, semuanya akan percuma, bila engkau membenci aku//Sungguh aku mencintaimu//Meskipun suaraku merdu, semuanya memuji aku, apalah artinya bagiku, bila engkau membenci aku//Anak buah, sumsum (sumbangan) dongeng, aku mau tidur (NB:Aku malu nyanyi seperti ini :) tapi harus)