Ini tengah malam yang kedua menghadirkan tulisan di sini. Saya sedang menikmati waktu santai setelah kelar menyelesaikan cerpen di salah satu komunitas menulis. Harusnya saya tengah membedah cerita yang akan diupload pada salah satu platform menulis milik teman saya. Namun, dia berkhianat, mengatakan telah mem-publish satu part cerita tersebut. Alhasil saya tidak jadi melanjutkan apalagi isi naskah yang dikirimkan telah mengalami banyak perubahan.
Tenang, saya tidak marah dan bersyukur karena dengan begitu bisa sedikit bersantai. Walau ini hanyalah jeda pendek sebelum harus menyelesaikan tulisan lain dengan deadline yang memburu.
Di tengah waktu bersantai inilah saya kepikiran untuk mengisi blog yang sudah dianggurkan. Meski begitu, problem saya tidak akan jauh-jauh dari blank saat akan mengetik isi kontennya. Terjepit di kondisi yang sama, maka saya memutuskan untuk menonton video, memanfaatkan quota harian yang sulit dihabiskan tapi sangat murah jika dihitung per bulannya.
Dari pencarian iseng setelah bosan menikmati lagu-lagu lama, saya akhirnya mengetikan kata kunci “menulis” dan menemukan beberapa penulis yang membuat vlog. Setelah mencoba satu video yang ber-ending bosan, saya segera menukarnya dengan video dari seorang penulis yang namanya, dua tahun belakangan amat dikenal.
Nah, hasil menonton video dialah yang membuat saya ingin menuliskan sesuatu di sini. Dia membuat saya ingat dengan deretan naskah yang menunggu untuk segera dituntaskan. Deadline yang saya buat sendiri juga tagihan tugas menulis di tiga komunitas menulis lainnya, menanti dengan tidak sabar.
Jika saya tidak menyelesaikan mereka, maka saya tidak akan punya modal untuk mengajukan naskah, tidak akan ada kesempatan untuk menerbitkan anak-anak pemikiran.
Berikut ini adalah kutipan yang ada di videonya, yang saya sukai untuk saat ini,
“Membacalah untuk tahu apa saja yang ada di masa lalu. Menulislah untuk memberi tahu pada mereka yang ada di masa depan.”
Jadi, mari menyambut hujan sebelum ia jatuh ke tanah dan mengendap di bumi. Rengkuh ia seperti dingin yang diam dan mendung yang rusuh.
Sekian untuk cerita pagi dini hari ini.
[Kota Mati_19Februari07_02:32_Crescent]