-SETELAH KELAHIRAN-
konon katanya, setelah kelahiran itu kita akan mati, atau menjelma menjadi hujan dari anakanak awan yang kesedihan.
konon katanya, langit mengangkat jiwa menuju tingkatan paling tinggi, dan kita dipersilakan membawa sepasang sepatu, sepatu itu adalah kamu, berserta senyum ayah dan ibuku.
di langit, matamu adalah matahati yang tidak pernah berhatihati nafasmu mewangi ciuman yang telah lama kita dambakan. bunga itu adalah awan, bantal kesayanganmu saat tidur malam, angkasa itu adalah aku: katakata yang kau pilihkan sebagai slogan penyemangat hidupku yang berantakan.
“hey! aku harus bertemu kamu, sebelum kelahirkanku menjadi kematian”
katakata sudah bukan janji lagi, namun petang ini, aku ingin menjadi kupu-kupu dulu, yang terbang di taman saat kau paksakan tubuhmu kurus dan terlihat cantik menggiurkan. sudah kukatakan, olah raga itu untuk kesehatan bukan kecantikan. siapa peduli akan kencantikan? kelak kita akan menua harapku, kita jangan jadi menyebalkan, nanti kematian terlalu cepat menjelang.
hey! setelah kelahiran ini, aku ingin menjadi api dan kayu. kau butuh kehangatan? mendekatlah, lingkarkan tanganmu kepinggangku, dan aku akan mati dipelukmu, beriring waktu hingga menjadi abu. bersama sepatu tuaku yang berdebu di samping televisi itu.
Tiban2017
@kelaspuisi












