Katanya kalau sudah mengakui bahwa sesuatu yang dilakukan itu berat, nantinya hati akan jadi lebih ringan.
Honestly, when I sit and write this, my tears already at the edges of my eyes. Siap siap jatuh. Tapi malu. Huhuhu.
Sejak awal cuma sok kuat aja, mau bawa anak sambil exchange berdua. Cuma biar orang lain gak khawatir dengan tekad yang makin lama makin menguap ini. Ujungnya, kecolongan juga dengan kesabaran yg makin setipis tisu.
Seharusnya kalau sudah menjalani ini, sudah pulang ke indonesia, sudah sampai di rumah, ada peningkatan level aku dan aidan. Makin lengket aja nanti kami berdua. Huhuhu.
Yang bisa bikin hati makin kuat memang ya cuma itu. Bertahan sehari demi sehari ngebayangin nantinya aidan bisa dapat chance study ke luar negeri. Diawali dengan langkah ini.
Doa ya.















