Pagi itu kami jemput sang fajar di bibir Ranu Kumbolo. Disertai semilir angin yang emmbekukan badan. Suhu nya mungkin sudah hampir mencapai 0 derajat, tapi itu sudah biasa karna dari kmarinnya kami sudah nekat mendaki dengan kondisi hujan deras tanpa mantel, pakaian yang kami kenakan basah, kerilpun juga basah karna tak ada pelindungnya. Setelah kehujanan kurang lebih selama 6 jam, kami harus mendirikan tenda dengan kondisi masih gerimis dan badan menggigil. Untunglah masih ada orang yang mengenal kata “semua pendaki itu saudara” jadi kami dibantu mendirikan tenda oleh mas-mas dari lumajang. Baik sekali. Dan mereka bisa berbahasa madura (nilai plusnya) Sleeping bag kami udh agak basak karna mungkin kena air hujan, tapi kami paksakan untuk tetap tidur. Karna sudah sangat lelah juga segaligus mengumpulkan tenaga untuk esok melanjutkan perjalanan ke tanjakan cinta, Melihat sebuah mangkuk raksasa di atas ketinggian 2400 mdpl. Note: Kalau sudah berurusan dengan alam kita memang tidak akan bisa menang, jadi kita yang harus siap sedia segalanya. #ranukumbolo #langitmahameru #ranukumbolo2400mdpl (di Ranu Kumbolo)













