𝘉𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘪𝘬
𝘔𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪
𝘋𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘳𝘪𝘷𝘢𝘴𝘪,
𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺.
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Yemen
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Yemen

seen from Angola
seen from Canada

seen from United Kingdom
𝘉𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘴𝘪𝘬
𝘔𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪
𝘋𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘳𝘪𝘷𝘢𝘴𝘪,
𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺.
yang tersisa hanya si nona dan berisik kepalanya
ada si nona sedang pusing kepala. katanya bingung dia soal banyak hal di dunia. nona itu kerjaannya duduk-duduk saja. menatap layar yang kadang gelap kadang cerah sering kali sesuai kondisi hatinya. kalau tidak duduk, nona berdiri menggoreng cireng tanpa saus rujak yang dimakan bersama teman-teman. si nona sesekali bingungnya berganti menjadi karya. dia membaca banyak cerita tentang manusia-manusia dan perjuangan mereka. si nona baru sedikit saja paham mengenai cara dunia bekerja. memang yang satu itu dia masih butuh banyak belajar. tidak apa-apa, pikirnya. belajar bisa sambil berjalan.
nona sekarang tidak duduk-duduk lagi, bokongnya lelah katanya. jadi, dia berbaring. di atas kasurnya yang sepi hanya ada bantal, selimut, juga ikat rambut. nona menatap langit-langit kamarnya yang ada bercak hitam karena bocor dari loteng. dia menarik napas panjang dan merenungi banyak hal dalam hidupnya. nona menangis. dia tidak tahu menangis untuk apa. nona ketiduran dan bangun di pagi hari. pertanda pagi adalah matahari yang bersinar tapi dari kamar si nona dia tidak bisa lihat apakah matahari sudah bersinar.
nona bangun dan pergi keluar. dia tahu semalam menangis untuk apa, untuk hilangkan sesak di dadanya.
pagi hari bagi nona adalah satu lagi kesempatan untuk mencoba. walau kini yang tersisa hanya si nona dan berisik kepalanya, satu per satu bala bantuan akan datang. bahagia akan nona jemput lagi. dan berat hatinya akan dia tinggalkan sebelum tiba waktunya datang kembali.
Kita harus tetap berisik untuk menyuarakan hal-hal baik.
Sedang malas berinteraksi dengan siapapun
Hampir satu bulan belakangan ini sedang dihinggapi perasaan enggan berinteraksi dengan siapapun. Sedang tidak ingin menjadi mahluk sosial, sebab berinteraksi dengan orang lain seperti sedang menguras energi dan sungguh sangat melelahkan.
Akhirnya fase itu datang lagi, fase dimana hanya ingin sendiri dan tidak ingin terlibat oleh apapun dan siapapun. Berbicara seperlunya, berinteraksi secukupnya. Lebih memilih mencari tempat paling sunyi dan tidak ada orang lain.
Kebetulan sudah dua minggu, pasca kelulusan sudah tidak ada murid yang datang ke sekolah. Jadi selama dua minggu ini kelas jadi tempat persembunyian paling aman dan nyaman. Sendiri, itu tenang.
Sudah hampir dua minggu bersembunyi di dalam kelas yang sunyi, tiba-tiba seorang rekan kerja datang menghampiri.
"Lagi ga kenapa-kenapa kan?" Seorang rekan kerja yang lebih sering disapa hyung mengintip dari balik pintu.
"Lagi ga apa-apa kok."
Sepertinya orang di sekiling merasa aneh sebab si manusia haha hihi ini jadi terlihat lebih calm dan tidak seberisik biasanya.
Fase ini akan terus berulang
Perasaan dimana saat berinteraksi dengan manusia jadi pekerjaan paling berat dan rumit
Jadi si manusia berisik ini sesungguhnya tidak suka keramaian
Berisik
Aku akan pergi ke manapun tempat yang mampu membuat diri ini merasa tenang dari suara berisik yang disebabkan oleh orang-orang di sekitarku.
Namun, aku butuh keheningan malam supaya aku dapat meredam suara-suara liar dari dalam pikiran yang berlalu lalang beserta secangkir kopi hitam.
—Iwan Widi. @hardkryptoniteheart
Magelang, 21 Desember 2023 | 00:17 |
Dimana Letak Kunci Bibirmu?
Aduh, kau terlalu berisik kawan!
Kau terlalu berisik untuk memenuhi gendang telingaku. Mungkinkah kunci mulutmu sudah hilang sejak lama? Oke, ayo kita cari bersama.
Jujur saja, gendang telingaku sudah mulai berteriak karena tak tahan oleh setiap kata yang berujung masuk ke dalam gendang telingaku.
Begini saja, Bagaimana kalau kita cari dahulu kunci bibirmu yang hilang. Nah, kalau ketemu aku janji akan mendengarmu labih baik. Karena tentu saja, kata yang keluar dari bibimu itu sudah dapat terkontrol apabila bersama kuncinya.
Aku minta maaf tak bisa mendengar ceritamu kali ini. Kau paham kan maksudku. Jangan sekarang!
Aku lebih kasihan dengan gendang telinga rapuhku, daripada ceritamu.
Cerita Sekolah - Dinni Mawaddah
Manusia dengan segala keluh-kesahnya, dunia dengan segala senda gurau & keberisikannya.
hey, it’s me and my unsaid thoughts against the world.