“This is not about going back. This is about life being ahead of you and you run at it! Because you never know how far you can run unless you run” - Penny Chenery
Film Secretariat yang diproduksi Disney diangkat dari kisah nyata Penny Chenery dan kudanya Secretariat yang berjuang untuk menyelematkan peternakan kuda pacu milik orangtuanya bahkan mampu mencetak sejarah sebagai pemilik kuda pacu tercepat sepanjang masa dalam rekor Triple Crown. Film ini memberi pelajaran hidup tentang diskriminasi, keajaiban, pengorbanan, harapan, perjuangan, keteguhan iman, persekutuan dan bagaimana Tuhan menggunakan orang ‘kecil’ untuk mengerjakan pekerjaan-Nya
Rom” 10;12 mengatakan “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.” Dunia yang kita tempati ini adalah dunia yang penuh diskriminasi dan bullying baik warna kulit, gender, suku, agama, status, kekayaan, senioritas sejak kecil dalam lingkungan sekolah, dunia kerja bahkan di lingkungan sekitar kita. Tuhan adalah milik semua manusia, siapapun yang berseru kepada-Nya akan diselamatkan, tanpa terkecuali. Penny dianggap tidak mampu mengelola peternakan kuda warisan keluarganya karena ia seorang perempuan dan pacuan kuda yang didominasi oleh kaum pria juga menjadi tantangan. Kudanya Secretariat diremehkan karena tidak memiliki stamina yang kuat dan bukan dari keturunan kuda pacu. Penny dan Secretariat akhirnya memiliki ikatan yang kuat karena keduanya merasakan hal yang sama seperti yang Penny katakan kepada Secretariat “I’ve run my race, You run yours”. Meski pada awalnya diremehkan, Secretariat terbukti sebagai kuda pertama yang menjadi juara Triple Crown Champion dan sampai saat ini belum ada kuda yang mampu menandingi kehebatan Secretariat.
Yes 26:3-4 mengatakan “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal”. Kadang dalam hidup kita menghadapi tantangan yang menghadang dari segala arah, bahkan keluarga sendiri dapat menjadi batu sandungan seperti konflik yang dialami Penny setelah ayahnya meninggal, saat diambil alih kondisi keuangan peternakan sangat buruk, Penny menghadapi dilema antara mengurus keluarga atau peternakan kudanya, belum lagi masalah kenaikan pajak, pendanaan peternakan kuda, persaingan ketat didunia balapan kuda pada saat itu hingga suami dan saudaranya menyarankan untuk menjual peternakan warisan ayahnya, namun Penny berusaha keras untuk mempertahankan dan mengelola dengan baik peternakan kuda dan mencari pelatih kuda terbaik untuk melatih Secretariat.
Dalam surat 1 Korintus 15:58b mengatakan “Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” Berkat dukungan Lucien Laurin, pelatih kuda yang berpengalaman dan rekannya ia yakin kalau Secretariat punya peluang besar dan terbukti kuda balap yang satu ini memang berhasil menjadi kuda pertama dalam 25 tahun yang berhasil meraih Triple Crown. Firman Luk 18;27 mengatakan “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”Film ini mengajarkan bahwa usaha keras dalam menghadapi semua rintangan pasti akan membuahkan hasil meskipun semua orang mengatakan peluang keberhasilan hampir tidak ada.
https://149.56.24.226/secretariat-2010/