Ruhmana
Kita bertemu pertama kali di pelatihan itu, seputar lautan kehidupan yang sudah mahsyur di banyak kalangan. Saling memperkenalkan diri dengan sedikit berusaha untuk menahan diri, sikap canggung tentu sangat terasa saat itu.
Kamu Ruhmana, gadis dengan sejuta sikap ajaibnya. Namun entah kenapa meski rasa canggung itu belum sempat pergi, aku bisa hanya terfokus padamu di tengah puluhan peserta kala itu. Kita terus saling mengenal untuk awal itu, sehingga aku pun tau apa itu menuangkan hati seratus persen dalam hidupku, sesuatu yang aku rasa sudah aku lakukan jauh sebelum saat itu.
Penerimaanmu luar biasa, jika berpatokan pada kisahmu yang kamu ceritakan tempo dulu. Kini kamu siap pergi, perjalanan jauh menuju utara pulau Sumatera. Tentang awal perjalanan lebih jauh yang aku rasa, kamu masih berusaha untuk siap memulainya.
Untuk yang kini sedang berkemas, meski juga tetap dijalari rasa cemas. Terus berusaha terlihat gemas, meski hatimu nyatanya sesak bak diremas. Teruslah jadi Ruhmana dengan jutaan sifat ajaibnya. Dan semoga ini bukan salam perpisahan, meski kita sudah saling merelakan dalam pesan yang saat itu disuarakan.
Salam empat jari untuk kamu
2 Januari 2020|
(c) adikurniawan
















