Puas dengan semua ini?
Kami keluarga yang bercerai berai karenamu.
Sungguh tak berprikemanusian.
Memutuskan cinta kasih antara kami.
Memisahkan kami dengan tebing yang begitu kokoh.
Menenggelamkan cerita - cerita bahagia kami.
Puas dengan semua ini?
Tujuan kekuasaan yang selama ini, ego yang terus dipupuk disebabkan olehmu.
Bak udara yang bermain bersama debu, kau begitu kejam membuat kami berseteru.
Hanya derai air mata yang bisa melambangkan kekecewaan antara kami karenamu.
Politik yang dengan tega membuat dendam antara kami.
Seakan bermasa bodo membiarkan semua ini berjalan tanpa ada akhir.
Hari ini kau membuatnya tersenyum dan keesokan hari bisa saja kau membuatnya meratap.
Kami lahir dari cinta kasih.
Kami besar dengan persaudaraan.
Tapi kami dipisahkan denganmu, Politik nan kejam tak bersahaja.
Begitu banyak orang yang telah kau bodohi.
Beribu orang telah kau manfaatkan mengejar upah yang tak tahu berkahnya.
Memupuk dengki antar saudara, dengan tega kau membuatnya saling menikam.
Wahai politik, kekuatanmu berusaha menyayaingi kehendak Allah.
Bak noda pada kain bersih kau mengotori niat tulus saudaraku yang baik hatinya.
Antara doa kau selipkan kutukan untuk orang-orang yang menghakimimu.
Tidak, jangan bermain dengan doa.
Allah hanya mengabulkan doa yang baik.
Saudaraku, hentikan ikatanmu dengan politik nan busuk itu.
Dia berusaha membuatmu jauh dari genggaman saudara yang menyayangimu.
Hanya akan membuatmu jatuh dari ketinggian yang kau hanya angankan.
Tak ada yang pasti, karena mereka membunuh rasa kita. Rasa persaudaraan kita.
Sudalah saudaraku.
Dia hanya akan menyakitimu.
Kau akan sakit dan hatimu tak dapat diobati.