Hari Menyebalkan
Pagi ini cukup menguras emosi, rencananya ingin menjaga supaya bisa lebih stabil dalam mengambil sikap. Tapi pagi ini, pengen kesel aja. Hape untuk presensi ketinggalan, lalu yang bikin kesalnya karena datang melapor dan minta solusi dikasihnya bukan solusi.
Kan ngomong nya bisa dengan baik, menjelaskan dengan baik bukannya bilang ya ambil ki.
Belum lagi tadi pagi di rumah bapaknya lama pula bangun, si anaknya karena liat bapaknya belum bangun ikutan lanjut tidur. Kesel banget, maunya kan mereka cepat bangun kan percuma saya bangun cepat tapi yang lain lelet juga.
WhatsApp must i do?
Kesel banget 😩
Inhale, exhale 😫
1. Hera, apa yang terjadi sekarang sudah tidak bisa disesali. Yok bisa yok, Hera hebat anak baik dan pantang menyerah.
Lupa kadang dianggap kesalahan tapi bisa jadi kesalahan ini bikin kamu tau bagaimana karakter orang-orang. Lupa ini pasti ada hikmahnya, kamu bisa lebih bisa mengatur jadwal lebih teliti dan bisa lebih ikhlas. Iya kan ? Terima kenyataan hari ini lupa dan izinkan hati untuk bisa memaafkan diri sendiri dan orng lain. Yok bisa yok.
2. Harusnya hari ini saya bebas tugas di kantor, tapi nyatanya ? Dialog ttp butuh diatur, disetting dll. Padahal hari ini bebas tugas ?
Yuk Hera, ini berat pasti tapi ingat tidak kata pak fuad kepsta lalu bahwa jadikan pekerjaan ini ibadah? Sekarang terasa kan apa yang dimaksud pak fuad ?
Ya Allah, lembutkan lah hatiku menjalankan amanah ini, agar tidak menjadi duri dalam hatiku.
Ya Allah, bantulah hamba mampu memberi yang terbaik untuk hidup ku dan tugasku. Karena bagaimana pun apa yang kujalani sekarang adalah tugas dan medan jihadku. Sesungguhnya engkau Maha Pengatur segalanya.
3. Komunikasi dengan suami, agar apa yang menjadi keluhan ada solusi. Yuk bisa yuk, kan Hera paling bisa bangun komunikasi yang baik.
Hera. Kamu kuat dan kamu hebat yuk bangkit dari segala belenggu selama ini.
Kamu terlalu lama menahan diri untuk tampil yang terbaik. Jangan sampai kehilangan jati dirimu.
Kamu hebat 🫶🏻














