#MudikDay2
Sepertinya Rayyan dan Raisa sudah tidak sabar jalan-jalan keliling kota, tapi nenek sarankan untuk ziarah kubur kakek dimajukan ke hari ini.
Tahun ini momen pertama Lebaran tanpa kehadiran Bapak, terasa sekali sunyi sepinya rumah ini. Apalagi Zahwa dan mamanya ke Bantaeng Bapaknya Lebaran di Mekkah.
Saat ziarah ke makam kakek, mamaku berdoa lama sekali doanya dalam sekali. Jujur momen ini lebih banyak kuamati mamaku, kehilangan teman hidupnya. Pasti berat sekali.
Mama dan Bapakku bukan yang selalu terlihat rukun sebagai pasangan, mereka seperti juga tom and jerry, satu suka makan satunya tidak. Ini sering jadi polemik dari mereka, karena mama membatasi makannya Bapak demi kebaikan yang lebih besar, sedangkan Bapak ingin ‘memanjakan’ dirinya dengan makan. Tapi begitulah hidup berpasang-pasangan harus menerima kurang an lebihnya.
Dalam renunganku, saya baru sadar selama hidup Bapak sama sekali tidak pernah marah sama mamaku, mamaku juga akui itu. Walau sering sekali Bapak dimarahi karena kedapatan makan coto Bapak tidak pernah marah sama mamaku, sama saya juga.
Bapakku selalu hadir menjadi solusi, saya pun ke Bapak tidak pernah datang untuk manja manjaan tapi datang membawa masalah dan minta solusi, Bapak selalu jadi kunci masalah terbaikku.
Lama ku amati mamaku, berat sekali hari-harinya lepas kepergian Bapak. Satu sisi saya juga bingung memulai pembicaraan dengan mama seperti apa ali alih takut membuatnya sedih dan banyak pikiran
Semoga kemudian Allah gantikan kesedihan ini dengan banyak kabar baik untuk kami.












