My First Two Weeks as a Lecturer
Bismillaah..
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Setelah sekian lama mau nulis ga jadi-jadi, akhirnya nulisnya di minggu kedua babak baru. Jadi ingat dulu pas nulis cerita tentang #msclife juga dimulai dari dua minggu setelah kuliah berlangsung. Dan hari ini, alhamdulillah.. dua minggu pertama telah terlewati..
Jadi ingat saat-saat pengumuman diterima sebagai dosen di salah satu universitas di Yogyakarta dan saat-saat harus meninggalkan PKEBS dan FEB UGM.. diantarkan dengan nasihat-nasihat luar biasa dari Bapak-Bapak yang baik hati..
Pak Mahfud said, “Jaga amanah yang diberikan ya... tambahi hapalan Al-Qur’anmu...”
Pak Akbar said, “Harta itu cukup di tangan saja, jangan disimpan di hati”
Dua Bapak yang membimbing saya tidak hanya untuk urusan dunia, tapi juga menyemangati untuk urusan akhirat.. Dua Bapak yang saya teladani semangatnya dan ghirahnya dalam mengembangkan ekonomi Islam.. Dua Bapak yang membuat saya malu kalau saya tidak sesemangat atau harusnya lebih bersemangat dibanding beliau hehe..
Semoga saya bisa menjaga amanah ini ya Pak.. semoga saya bisa menjadi contoh yang baik juga nantinya untuk mahasiswa saya.. :’)
***
Alhamdulillaah.. tak ada kata lain yang layak diucapkan selain rasa syukur.. Alhamdulillah.. Allah memang Maha Baik.. termasuk salah satu yang paling harus disyukuri adalah kita masih dikelilingi orang-orang baik, yang bersamanya membuat kita semakin dekat dengan Allah..
Jadi ingat sewaktu penyerahan dosen baru ke Prodi,
Bapak WR 2 said, “Niatkan segalanya untuk ibadah. Apalagi kita berada di institusi pendidikan, peluang untuk mendapatkan amal jariah dari ilmu yang bermanfaat sangat banyak. Lakukan yang terbaik yang kita bisa, bukan hanya memberikan yang sama dengan yang kita dapatkan”.
Alhamdulillah, di Prodi juga dipertemukan dengan senior-senior yang baik, dengan lingkungan kekeluargaan yang kuat.. Bahkan saat saya mengatakan bahwa saya tidak punya keluarga di Jogja, Bu Alia langsung bilang, “jangan pernah bilang ga punya keluarga lagi di Jogja.. kami semua disini keluargamu..” :’)
Alhamdulillah.. setengah semester ini dapat amanah tiga mata kuliah team teaching bareng Ibu-Ibu.. hehe.. udah lama ga bekerjasama dengan Ibu-Ibu, selama di UGM dosen saya hampir semuanya Bapak-Bapak selain saat matakuliah WAS yang sekali-sekali bisa dapat dosen Ibu-Ibu hehe :D
Ada beberapa nasihat yang disampaikan Ibu Kaprodi saat memberikan amanah memegang mata kuliah, salah satunya yang paling saya ingat adalah
“Setiap anak itu unik, bukan berarti yang tidak memiliki nilai akademik yang bagus adalah anak yang tidak pintar, bisa jadi dia memiliki keahlian di bidang lain.. Jangan meremehkan mereka, setiap anak punya kelebihannya masing-masing..” (Bu Dewi)
Selain itu, yang paling layak disyukuri adalah lingkungan keIslamannya.. yang bisa ngasi waktu dhuha dulu sebelum pelajaran dimulai.. yang setiap waktu sholat gerbang-gerbang ditutup agar seluruh pegawai bisa sholat berjama’ah.. yang kalau rapat juga selalu dipending setiap masuk waktu sholat.. yang setiap kamis menghadirkan guru tahsin untuk dosen-dosennya agar semakin baik bacaan Al-Qur’annya..
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. 55)
Sebagai penutup, mengutip kata-kata Pak Rusman, salah satu pemateri Halal Class
“Rezeki kita sudah disiapkan Allah bahkan sebelum kita lahir, saat kita masih di dalam kandungan, Allah sudah menjamin rezeki kita sampai kita mati. Tinggal kita pilih mau mengambil rezeki itu dengan cara yang baik atau tidak, dengan cara yang halal atau yang haram. Yang perlu ditingkatkankan itu keimanannya. Iman. Percaya kalau Allau sudah mengatur segalanya. Sudah mengatur rezeki kita. Jadi tidak perlu khawatir soal rezeki. Kalau itu memang rezeki kita in syaa Allah akan kita dapatkan”.
Saya takkan meminta yang lebih baik dari ini.. Allah paling tau yang terbaik untuk kita.. dan Allah memilih amanah untuk saya di universitas ini pun pasti ada alasannya.. tetap husnuzhon sama Allah dalam keadaan apapun ya :)
WWR, 19 November 2017 | 11.39pm | annisafithria












