Hhh. Mari kita mulai postingan kali ini dengan bernapas. Tarik. Hembuskan. Inhale. Exhale. Ya, bagus, gitu, terus. Inhale. Exhale. Hhh. Alhamdulillah. #BernapasBersamaNilam Beberapa waktu belakangan ini saya kehilangan sesuatu yang—apa, ya. Saya kehilangan diri saya. Saya gatau dia kemana. Saya lupa taro di mana. Saya ga inget sama sekali lalu bingung harus gimana? Saya merasa ga kenal sama diri saya yang belakangan ini melakukan hal-hal ga biasa. Selama positif sih, gapapa. Negatif ya jangan atuh ya. Tapi ini, bukan keduanya. Saya merasa menggeluti sia-sia. Harusnya mah ajak gelud, ya?! Ketika merasa rutinitas sudah lampau jauh dan lelah, manusia punya banyak pilihan kendaraan kalau mau memulangkan diri, sebetulnya. Me time—sebutlah begitu. Bergembiralah dengan jalan-jalan, kuras pengap dada dengan teriak-teriak karaokean (akan jauh lebih bagus kalau dibasuh bacaan Alquran, sih), bercanda dan tertawalah, yang banyak, yang lepas, atau membaca, atau menggambarlah. Itu juga sepertinya menyenangkan. Atau mau nonton One Piece saja, itu juga tidak apa-apa. Saya menulis apa yang bisa saya lakukan di opsi pertama, jalan-jalan, ehe. Tapi ketika sedang tak tergapai, menulis adalah cara paling efektif memulangkan diri. Dan, lama tidak melakukannya ternyata membuat rindu juga. Rindu kepada diri sendiri. Saat banyak hingar-bingar tak masuk akal yang harus diredam, menulis membuat saya tetap waras. Hari ini, saya putuskan untuk memaksa diri melakukannya. Alasan saya tidak menulis klise sekali sebenarnya: tidak ada yang mau dituliskan. Padahal buat apa dikasih lima indera kalau sama satu atau dua cuplik cerita saja tidak peka, ya? Mulai hari ini, meski waktu leyeh-leyeh sebenarnya sempit sekali, sepertinya akan lebih banyak menulis. Katakanlah merapel yang kemarin-kemarin. Cerita akan datang dari obrolan dengan teman, dari kebiasaan memperhatikan sekitaran, dari buku atau tontonan yang berkesan, or some random thoughts, sekadar racauan, haha Kata Mbak Theo, menulislah dan jangan bunuh diri. Kata Oom Pram, kalau kita menulis, maka suara kita tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. #letsmoveup #berkahberlimpah #lakukansajayangterbaik (di Hmm) https://www.instagram.com/p/B0SF2MEh1g0/?igshid=ukr1408sd6e2











