Memperlebar Langkah : Cerita soal LoA dan IELTS
Bag. #1
"Pilihlah jalan yang mendaki lagi sukar, karena itu akan mengantarkan kita pada puncak-puncak yang baru." Anies Baswedan.
Alhamdulilah, hasil skor IELTS yang selama ini jadi momok menakutkan pun keluar juga. Hasilnya berapa? Sebentar. Saya mau berbagi pengalaman dulu.
Pertama, saat ini seorang Angga sudah diterima conditionally di tiga kampus : Edinburgh University, Kingston University, dan Coventry University. Ketiganya di UK, dan berfokus pada Graphic Design dan Digital Media. Walaupun saya ga sejago temen-temen sekelas saya, tapi setidaknya saya mencintai bidang ini. Pengalaman mendapat ketiga kampus ini pun nggak mudah. Saya sampai ga ngitung udah daftar berapa kampus lagi dan ga semua kelar sih. Tercatat dua kali ditolak. Pertama di Nottingham Trent University, kedua di Royal College of Art. Untuk kampus yang kedua, saya ngedaftar seadanya karena yakin ga keterima di kampus seni dan desain terdabest se planet bumi itu. Saat ini pula, ada beberapa kampus yang lagi nunggu pengumuman, dan ada yang nggak saya selesaikan karena prosesnya rumit atau ternyata kurang sesuai.
Nah, gimana seorang angga yang ala ala ini dapet LoA sampe tiga? Pertama, saya ga pake jasa agen manapun. Saya cuka browsing, diawali dari web topuniversities.com dan daftar kampus LPDP. Saya cariin satu per satu yang jurusannya sesuai minat dan lingkungannya kondusif - sampai detik ini, saya merasa Edinburgh University adalah pilihan ter-oke buat saya. Ketika sudah dapat beberapa kampus yang sesuai dengan pilihan saya, langsung saya buka web kampus -> laman jurusan -> persyaratan dan prosedur pendaftaran -> apply. Sudah. Langsung kemudian saya isi aja form yang diperlukan dan dokumen yang diminta. Nah, apa aja dokumen yang dibutuhkan? - Translate ijazah dan transkrip berbahasa inggris - motivation letter - reference (kalau saya dari kaprodi) - scan passport (ada yang minta, ada yang enggak) - CV (ada yang minta upload, ada yang kita ngisi form cv) - portfolio karya (karena saya desain)
Beberapa kampus metodenya berbeda-beda. Ada yang cukup upload dokumen saja, ada yang plus wawancara, ada yang plus assignment tertentu seperti paper atau yang lainnya, ada ada yang plus minta kirim dokume via pos, ada yang plus ngebayar biaya pendaftaran, ada yang plus itu semua. Jadi, pilah-pilih yang teliti.
Nah, waktu tunggunya pun beda-beda. Ada yang 1-2 bulan seperti Edin, ada yang 1 bulan seperti Kingston, ada yang 2 minggu seperti Coventry.
Jadi sebenernya ga terlalu rumit kalau rajin-rajin buka, cari referensi dan sebagainya. Nah, sekarang adalah poin apa yang penting? Kalau menurut saya, selain syarat mutlak seperti IPK, isi form lengkap, dan sebagainya, ada beberapa yang perlu diperhatikan : 1. Motivation Letter. Inget banget saat saya nanya sana-sini, ngobrol sama mentor di Indonesia Mengglobal, ditelpon dan 'dinasehatin' abis-abisan sama kakak kelas yang sekarang udah jauh di sana, berbagi saran sama temen dan sebagainya. Nulis 1 motivation letter, saya butuh waktu yg ga sebentar karena saya emang nggak pintar. Bahkan, saya sempet minta temen untuk koreksi bahasa inggrisnya. Tiga poin utama dari Motlet, kalo bagi saya tuh : background dan pengalaman yang kuat, alasan memilih jurusan dan kampus tersebut, dan jelas abis lulus mau ngapain. Makannya, perhatiin baik-baik keterangan di web jurusannya sehingga kita bisa tau apa yang menarik, dan apa yang jadi alasan (atau bisa dijadin alasan) buat di motlet. 2. Portfolio (untuk yang jurusan seni dan desain). Saya download super banyak video pembuatan portfolio dari berbagai kampus, dan liat contoh-contoh keren yang bikin jiper. Alhasil, saya bikinlah portfolio saya dengan memasukkan tiga elemen utama : sketsa & referensi (makasih bu Naomi yang dari dulu getol ngasih tau pentingnya nyimpen sketsa dan konsep), karya jadi, dan penjelasan singkat sekitar 1 paragraf. 3. Reference, yang baiknya sih sejalur sama apa yang kita mau menjadi nantinya. Karena saya berencana jadi dosen, maka saya minta ke kaprodi. Isinya sih secara umum perspektif penulis soal kita, motivasi/alasan mendukung kita, serta yang paling jelas adalah statement bahwa kita didukung secara penuh utk melanjutkan studi. 4. Curriculum vitae. Biasanya cuma berisi tiga-lima pengalaman terkait kita semacam pernah jadi apa, di mana, kapan dan tanggungjawabnya apa. Ya yang terkait sama bacground dan studi yang akan diambil. Maka, perhatikan benar-benar soal ini.
Oke sekian cerita bagian satu soal LoA yang saya dapatkan.












